Sengaja saya membuka mata lebih pagi lagi hari ini. Padahal untuk jam normal tidur saya ini masih sangat kurang. Hanya 2 jam. Biasanya bisa mencapai 20 jam kalau memang tidak ada kerjaan dan baru pulang berpetualang.
Ada yang saya rindukan dengan pagi dan udaranya yang basah serta sisa-sisa embun pagi yang membasahi tanah, rumput, dedaunan dan bunga-bunga. Saya juga merindukan matahari pagi yang katanya baik untuk kesehatan tubuh. Dan yang paling saya rindukan, menyentuh dinginnya air pertama di pagi hari, membasuh muka, solat subuh dan memulai hari dengan semangat dan senyum. Tidak pake acara tidur lagi setelah subuh.
Bicara tentang pagi, selalu yang teringat itu. Tahu lagu RAN yang berjudul Selamat Pagi? Ya, lagu itu. Yang liriknya bersemangat, yang musiknya juga lumayan. Maksud saya, tidak terlalu semangat tapi tetap tergolong lagu semangat.
Kurasakan hangat indahnya sang mentari
membangunkanku dari tidur yang lelap ini
Pagi ini sih saya tidak terbangun karena hangatnya sang Surya. Saya bangun lebih dulu darinya. Masih gelap dan sunyi. Hanya saja masih menang gharim masjid dan si ayam dan alarm clock. Karena saya terbangun gegara ketiganya sahut-sahutan. Hehee..
Sinarmu yang terang mulai memasuki
mata dan mengusirku dari alam mimpi
Hanya saja, saya memang lebih sering terjaga karena panasnya Mentari datang tanpa permisi dari celah-celah ventilasi kamar kosan atau pintu kamar yang dibuka kakak. Lalu tanpa rasa berdosa mengusik mimpi-mimpi indah saya.
Dan kini kubergegas
tuk segera siapkan diriku
tuk mulai menjalani hari ini
Mungkin saya akan bertindak sesuai dengan lirik lagu ini ketika ada janji bertemu teman di pagi hari, atau ada jam kuliah pagi. Selebihnya (di hari Sabtu- Minggu dan hari libur yang kosong jadwal “main” ) akan terjadi dua kemungkinan: bangun → solat → kembali tidur, atau bangun → solat → ngenet sampai kejer.
Tak sabar ku temui seluruh
sahabat yang tersenyum
menyambut datangnya pagi ini
Dan kukatakan…
Selamat pagi!!
Udara pagi yang lembut menyapu wajah kaku, pepohonan yang melambai-lambai pelan dihembus angin pagi yang malu-malu, dedaunan basah akibat embun malam, rerumputan yang lembab dan wangi khas pagi. Saya rasa, hanya mereka yang pasti tersenyum menyambut datangnya setiap pagi.
Embun membasahi dunia
dan mulai mengawali hari ini
Pernah melihat embun? Jujur saja, saya……lupa pernah atau belum. Hanya kabut yang saya lihat tatkala berada di pelukan alam: gunung. (Itu embun atau bukan? ._. hehe) ![]()
Dan kukatakan:
Selamat pagi!!
Kicau burung bernyanyi
dan kini ku siap tuk jalani hari ini
Dan barusan, hari ini, yang saya dengan kukuruyuk ayam-ayam yang bersemangat. Belum sempat si burung-burung kecil berpaduan suara, suara motor sudah berseliweran di telinga. Kota!

Kini bergegaslah siapkan dirimu
untuk memulai menjalani hari ini
Spesial hari ini, setelah mengambil wudhu, yang terlintas di kepala untu mengisi kegiatan di pagi hari: buka laptop lalu menuangkan ini. Ya, ini. Tulisan ini
Selamat pagi!!
Semangat untuk hari ini





bagus nih, postingan nya…