Laba-Laba Kuning

Pagi yang berkecamuk kali ini. Setelah meninggalkan kelas Kebudayaan Indonesia pukul setengah sepuluh pagi, saya berjalan gontai menuruni tangga Gedung XI FIB UI. Berbagai pikiran lalu-lalang setelah berbagai trivia yang diberikan sang dosen.

Sebelum masuk lebih jauh, saya ingin menjelaskan bahwa kelas Kebudayan Indonesia merupakan kelas turun-temurun yang menjadi mata kuliah wajib di universitas negeri di seluruh Indonesia, khususnya jika mereka memiliki fakultas sastra. Terimakasih kepada Prof. Koentjaraningrat yang menjadi pendiri bidang Antropologi di Indonesia (sekaligus guru besar/akademi/profesor pertama di Indonesia dalam bidang Antropologi), yang membuat kelas ini dengan bukunya “Manusia dan Kebudayaan di Indonesia”. Singkatnya, kelas ini membahas kebudayaan-kebudayaan di Indonesia secara general, masalahnya, dan menganalisanya.

Dosen saya, dengan gayanya yang ceria, mengatakan. “Ada seorang antropolog Perancis bernama Christian Pelras yang meneliti masyarakat Bugis selama 30 tahun.” Saya langsung terkaget-kaget, meskipun fakta seperti ini harusnya pun tak asing. Anrjit, pikir saya, tiga puluh tahun! Dan Monsieur Pelras ini…

Lihat pos aslinya 456 kata lagi

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s