Ini dia yang saya tunggu-tunggu sejak dua jam lalu.

Semalam saya berniat bangun pagi-pagi sekali untuk mengerjakan tugas kuliah. Sengaja saya tidur lebih cepat dan bangun dini hari untuk membiasakan gaya hidup sehat (karena kata dokter, mama dan kebanyakan teman saya, begadang itu tidak baik untuk kesehatan). Maka saya pun menitip pesan ke kakak untuk membangunkan saya sekitar jam 2 atau 3.

Jam setengah 3, jam weker berbunyi nyaring. Saya segera bangun, membasuh muka dan duduk manis di depan meja belajar. Memang tidak langsung mengerjakan tugas melainkan melakukan ‘ritual online’ terlebih dahulu. Tapi setiap beberapa menit saya selingi dengan belajar. :p

Bukan ini inti ceritanya.

Saya merasakan kembali suasana itu setiap kali saya bangun lebih pagi dari gharim masjid. Dan antara bahagia, sedih, rindu dan gundah gulana saya selalu menajamkan telinga dan memaksa otak untuk membuka dokumen-dokumen lama yang menyisakan cerita tentang suasana pagi seperti ini.

Saya tidak tahu istilahnya. Setiap pagi, sebelum adzan subuh, masjid di depan kostan saya selalu mengumandangkan bacaan Al-Quran (saya tidak yakin, apa mungkin sekedar doa??) yang sama setiap harinya. Saya sempat hampir hapal bacaan itu ketika nyaris sebulan penuh saya (harus) bangun lebih pagi dari subuh untuk menunaikan kewajiban: sahur (sebenarnya, suara itulah yang menjadi weker saya selama bulan Puasa 2011 lalu. hehe :p).

Suasana itu; suasana bulan Ramadhan tahun 2011 itu selalu merayap masuk dan menguasai rasa dalam diri saya setiap kali saya mendengar alunan nada berlirik bacaan Al-Quran itu. Rindu dengan kegiatan awal Mahasiswa baru (KAMABA), rindu begadang bersama sahabat-sahabat saya karena tuntutan tugas KAMABA, rindu bangun pagi dan pergi sahur ke warteg sebelah kostan bersama sepupu saya, dan juga merindukannya. #ehcurcol :p

Ah! Saya tidak akan bisa kesal dan marah pernah melalui masa-masa itu. Bulan Ramadhan tahun 2011 itu memang bulan penuh kenangan bersama orang-orang yang saya sayang; keluarga baru saya di sini. Dan saya senang ketika setiap bangun lebih pagi dan mendengar (lagi) kumandang ayat suci yang sama, dan masih bisa mengingat setiap detail kenangan bersama keluarga baru saya itu. Haaah… andai saja kami masih ‘sedekat’ dulu :’)

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s