Membiarkan hujan terus menerus menangis. Iya, manusia-manusia itu hanya bisa merutukinya. Padahal di atas sana awan sedang dalam kegundahan yang membuatnya menangis tiada henti. Dan kita di sini? Sama sekali tidak peduli akan hal itu. Terus menata bulir-bulir air yang jatuh membasahi bumi. Diam dalam bisu berkepanjangan, berharap ribuan air ini berhenti secepatnya dan kita bisa kembali berjalan. Berjalan meskipun masih dalam diam. Berjalan tanpa mau saling menggenggam. Ah, kau, terlalu egois, menolak untuk menggandengku seperti dulu. Pantas saja awan menangis.

Langit mana lagi yang akan kita tuju? Semua langit yang menaungi kita tiba-tiba saja menangis. Padahal kali ini kita dalam tingkat kemesraan tertinggi. Bergandengan kemana saja kaki kita melangkah. Tidak pun dalam tawa riang gembira dan cerita panjang lebar, senyum mesra cukup mewakili rasa bahagia. Dan kecup hangat dari bibirmu cukup membuat bibir ku bergetar. Dan semakin kau dekap aku ketika langit malah berteriak marah. Salahkah kita dalam keadaan seperti ini? Mungkin karena kita masih tidak mempedulikannya yang menangis tersedu sedan, sedang kita sibuk dengan rasa yang membelenggu kita di dalam dunia yang tak seorang pun kita izinkan masuk, termasuk dia. Awan yang menangis itu.

Dan sekarang. Aku melihat terang benderang. Awan tersenyum riang. Langit merah merona bahagia.

Sedangkan di bawahnya, aku, menangis tersedu sedan, ketika kau melangkah pergi, meninggalkan kecupan terakhir, pelukan yang tak berarti apa-apa, dan dengan egoisnya menolak untuk melihat sebentar ke belakang. Memastikan apakah aku masih dengan tonggak angkuh kaki-kaki lemahku, atau sudah terkulai tak berdaya di atas tanah yang seakan siap menerimaku kapan saja, dan memelukku selamanya. Dan peduli apa dia? Awan yang dulu menangis dan kini bahagia. Mungkin karena sudah ada aku yang mewakili tangisnya.

– Depok, 17 April 2013 –

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s