Di balik jendela kamarku, hari ke Tujuh bulan Tujuh,

Sayangku, Svitan,

Hai, tampan. Sedang apa kau?

Ada sedikit cerita untukmu. Masih seputar orang-orang di atas rumah ini.

Aku sudah bisa membuat kopi, teh, dan cokelat panas! Kemajuan yang besar bukan? Yah, walau masih sangat kurang untuk menggantikan peran Ibumu, tapi aku akan terus berusaha.

Oya, sebelumnya, bagaimana kabar Ibu? Bagaimana kabar Gazee dan Kitty? Kucing-kucing itu tidak merusak gorden lagi kan? Hahaa..

Ibuku masih berkutat dengan benang-benang dan jarum rajutnya. Sudah puluhan baju rajutan, sarung tangan, kaus kaki, sapu tangan, topi, dan tas rajutan yang beliau buat untukku. Sudah melimpah di lemari. Tapi masih saja. Sekarang beliau sedang membuat… hmm aku tidak tahu itu apa, belum terlihat bentuknya, mungkin baju hangat, cardigan, atau sesuatu apalah, dari benang hijau yang kemarin kau belikan untuknya. Sebenarnya aku tidak setuju kau membelinya banyak sekali benang rajut dan buku-buku tentang merajut. Kau benar-benar membuatnya tenggelam dalam dunia sendiri. Dunia merajut yang tidak satu pun orang di atas rumah ini diizinkannya masuk.

Ayah juga baik-baik saja. Kebunnya sekarang semakin indah saja. Pekerja yang kau bawa musim panas lalu sangat rajin dan tekun. Dia juga patuh dengan Ayah. Dan sepertinya dia menyayangi Ayah seperti Ayahnya sendiri. Dan aku, mungkin dianggapnya kakak, karena aku merasa bukan lagi jadi anak bungsu di rumah ini. Hahaa… Hmm… Desain kebun yang kau gambar bersama Ayah beberapa pekan lalu sudah mulai terlihat. Ternyata berbentuk rumah, ya? Kemarin diam-diam aku masuk ke dalam ruang kerja Ayah dan menemukan desainnya di atas meja kerja. Bagus sekali, tapi aku tidak mengerti awalnya, bahwa itu adalah rumah. Baru hari ini aku sadar, waktu tadi pagi, aku bangun dan pergi ke beranda kamarku. Menemukan Ayah dan Dion, pekerja itu, sedang berkebun. Dan aku terpana. Oh, Svitan! Kau begitu pandai membuatku luluh! Itu sangat indah.

Dan kau tahu?

Pagi ini Ibu berbicara lebih banyak. Tidak hanya tentang rajutan, tapi tentang kami. Beliau mengomentari apa-apa yang kami kenakan, cuaca hari ini, Ayah, Dion, Kardiel -kucing persia yang baru dibeli Kak May, dan semuanya. Kami benar-benar terkejut dibuatnya. Dan hari ini Ibu lebih cantik dan bercahaya dari biasanya. Mungkin karena dia bergerak lebih banyak, terutama wajahnya. Beliau berceloteh dengan sangat ekspresif. Dan celotehannya membuat teh ku pagi ini lebih nikmat. Dan Ayah, juga lebih bersemangat pagi ini. Mungkin karena matahari bersinar sangat terang dan hangat. Bunga-bunganya memang membutuhkan lebih banyak cahaya agar lebih cerah dan cantik. Sehabis berkebun, sekitar pukul 9 beliau masuk ke rumah, membersihkan tangannya dan bergabung bersama Kak May, Kak Thy, Ibu dan aku. Menciumi kening kami satu persatu, dan memelukku erat, dan mencium Ibu mesra. Dion membantu Ayah membersihkan perkakas, lalu duduk bersama kami di meja makan. Dia seperti benar-benar telah menjadi adikku. Kak Thy menyiapkan sarapan sup kacang dan roti panggang. Sedangkan aku belajar memasak coklat panas untuk Ibu, dan kopi untuk Ayah, serta tiga teh hangat untukku, Kak Thy, dan Kak May. Dion lebih suka minum air mineral hangat. Ibu masih dengan rajutannya, tapi tidak diam seperti biasanya. Dan dia menanyakanmu terus menerus. Kapan kau akan ke rumah lagi, tanyanya. Dan Ayah, sepertinya juga mengharapkanmu datang.

Svitan,

Mungkin kau bisa datang sekarang. Dan tinggal bersama kami seperti yang kau rencanakan. Pukul 7 malam ini, Ayah dan Ibu menunggumu di rumah. Bawalah orangtua, kata mereka. Dan aku akan menunggumu di kamarku, dengan kopi buatan tanganku sendiri.

Kesayanganmu,

Sourakový

#hugandkiss

Iklan

6 pemikiran pada “Pukul 7

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s