Mungkin akan sama nasibnya dengan lagu ini. Iya, lagu yang kemarin kudengar. Mungkin bisa jadi kau satu dari kasus rasa suka berlebih yang membuatku fokus padamu saja, tapi kemudian kau akan hilang tertelan lupa. Atau terkalahkan buta? Buta karena yang lain, tuli karena yang lain?

Ah, sebentar! Jangan pergi dulu.Dengarkan dulu apa yang kudengar sekarang. Mungkin akan mengingatkanmu pada seseorang yang kau tinggalkan  musim panas lalu. Yang saat ini dia masih saja menunggu. Menunggu datang kembali, membuka kunci hatimu dan  membiarkannya masuk lagi? Atau jangan-jangan hanya akan menimbulkan luka lama yang masih bersamayam di dalam hati yang tertutup rapat itu? Untukku. Mungkin saja sih. Ya, lagu ini juga penuh dengan mungkin. Mungkin saja setelah malam ini aku lupa dan muak dengan lagu ini, dan padamu juga.

Sudahkah kau dengarkan? Mengerti tidak? Mau kuartikan? Bukan, ini bukan suara hatiku. Aku tidak sebodoh aku yang dulu yang akan terus berharap sama lelaki yang sudah mencampakkanku. Tidak, takkan terulang. Tapi, hanya lagunya menarik untuk terus-terus didengar. Seperti wajahmu yang menggoda untuk kupandang.

Jadi, apa kata mereka? Iya, mereka. Karena yang menyanyikan lagu ini banyak. Hmm.. dua orang itu banyakkan? Paling tidak lebih dari satu orang dan bisa kusebut mereka. Okay, tidak penting. Langsung saja. Hei! Dengarkan dulu! Aku tahu kau banyak pekerjaan, tapi semenit saja, dengarkan aku. Ya, ku coba hanya semenit mengartikannya.

***

Mereka berandai-andai, kalau saja satu di antara mereka melepaskan yang lainnya, apakah itu mungkin? Yang lain malah balik bertanya, bagaimana caranya? 

Lalu, mereka berandai-andai lagi, bisa saja seorang dari mereka tidak mencintai yang lainnya, tetapi pasti yang lain akan sakit hatinya.

Dan, pikir mereka, mungkin hanya malam itu –malam sebelumnya– masalah merusak semuanya. Tetapi, terlanjur sepertinya, pintu yang tertutup itu, kuncinya rusak sudah.

Dan mereka merasa cerita mereka hanya mengada-ada saja. Tidak benar-benar ada. Bohong?

Dan satu di antara mereka teringat lagi masa-masa indahnya.

ketika hujan yang lelah turun perlahan dan mengetuk jendela

Lagi-lagi mengingatkan segala hal tentang yang ingin dilupakan.

Seperti musim-musim panas sebelumnya, 

Padahal saat ini, musim gugur sudah datang menghampiri, 

Tapi pedih, dia menghembuskan angin masa lalu

Membuat satu di antara mereka teringat lagi apa yang tak ingin diingat:

bau rambut, ciuman, dan semuanya.

Sehingga semuanya berubah menjadi sesuatu yang serius dan…

ah! Aku merasakannya, mereka bohong kalau saja mereka bilang tak ada cemburu itu. Bohong lagi dan bohong lagi!

Satu di antara mereka menunggu, menunggu jawaban dari pertanyaan singkat yang sepertinya berat. Yah, segala yang mudah bukan berarti gampang!

Dan sekarang, yang lainnya hanya bisa terdiam. Bingung katanya. Tidak tahu bagaimana untuk mengatakannya. Dan terdiam terlalu lama

Dan semua berubah menjadi benar-benar-benar serius!

Mungkin memang yang satu harus pergi dengan alasan apapun.

Yang mereka sadari hanya musim sudah berganti kembali. Musim panas yang penuh kenangan. Meskipun berbeda tapi tetap, di musim panas semua bermula, dan haruskah berakhir?

Lalu mereka menangis. Ntah menangisi apa. Penyesalan atau perpisahan. Hanya saja satu di antara mereka berkata, “Mudah saja!” Benarkah? 

Kataku, bohong! Kalau mudah, mengapa harus ada sedih? Mengapa harus ada ratap?

Dan mereka hanya menjawab: Bisa saja, dan bisa saja…..

***

Mengerti??

Ya, mengerti ataupun tidak, pergilah. Aku melihat matamu yang jenuh dan ingin segera pergi jauh. Mungkin aku terlalu banyak mengurusi urusan orang. Mungkin karena urusanku tak kunjung selesai. Menyelesaikan masalah berdua itu sendiri, memang takkan pernah selesai. Ya, selamat jalan.

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s