Sudah lama tidak mengangkat tema tentang fajar. Dari kemarin sih mau menyampaikan sesuatu berkaitan tentang fajartapi gagal terus dan terus dan sampailah ke tingkat dimana saya kehabisan kata-kata dan terhenti. Dan menolak untuk mencoba lagi.

Oke, jadi ada apa dengan fajar? Tidak apa-apa. Dia sepertinya baik-baik saja. Masih sering bersinar terang (sepertinya), lalu disambut senja yang terus saja mempesona. Akankah saya berpaling dari keindahan fajar nan menawan ke senja yang itu? #krikrik

Sudah lebih sebulan tidak melihat fajar. Tidak mendengar suara pagi. Tidak menghirup segarnya embun yang masih berusia dini. Dan melihat senyum dari sang Mentari yang selalunya malu-malu kucing kalau di sini. Iya, di daerah kostan saya ini. Grrr -_- #kesel

Mungkin ini yang menyebabkan saya tidak bersemangat? Tidak bertemu tambatan hati beberapa hari lamanya. Bahkan meski saya begadang menunggu pagi, tetap saya akan tertidur sebelum fajar mengetuk pintu. Bahkan dalam kondisi masih di depan laptop, kepala di atas keyboard. Tetap rasanya belum jodoh. Atau memang nggak jodoh? -_- #makinkesel

Dan kesimpulannya, saya merindukan fajar. Fajar yang mana saja. Saya merindukannya!

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s