“Belakangan pikiranku terbelah-belah menjadi banyak. Fokusku semakin berkurang setiap hari, padahal sudah kulakukan semua saranmu –tidur sebelum pukul 10 malam, dan bangun menjelang subuh, makan teratur, dan banyak membaca buku. Sepertinya, siklus hidup yang kau gambarkan dan kau harapkan aku lakukan, tidak bisa diterima oleh tubuhku. Perutku bahkan menolak makanan sebelum pukul 4 sore. Pikiranku menolak tidur sebelum pukul 12 malam lewat 1 menit padahal mataku telah terpejam 2 jam sebelumnya. Untung saja aku masih bisa bangun pagi, melakukan segala ritual yang kau minta aku kerjakan, dan membelai lembut embun pagi yang menyapa dari balik pohon jambu. Tapi yang lebih parah dari semuanya adalah kemampuan berkonsentrasiku tidak berubah. Malah semakin buruk, kau tahu? Semakin b-u-r-u-k!!

“Apa kau pernah melupakan nama setiap orang yang ingin kau sapa? Apa kau pernah membicarakan topik yang jauh berbeda dari yang sedang dibicarakan saat itu? Apa kau pernah baru tertawa lama setelah sebuah lelucon diceritakan padamu? Apa kau pernah memikirkan banyak masalah sekaligus? Dalam satu waktu??

“Kuharap –sungguh-sungguh berharap– bukan hanya aku yang mengalami. Semoga ini adalah siklus wajar yang dialami semua orang. Bukan semua-orang-seperti-ku!

“Dan kuharap kau juga mengalami. Tapi kau pasti lebih cerdas menyembunyikannya dariku. Ya kan?”

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s