Yang baca judulnya pasti udah mikir yang macem-macem. Hahaa.. Ini cuma curhatan kok. Curhatan saya yang lagi sakit. Hiks.. 😥 minta dimanja

Seminggu sudah meninggalkan rumah ini, karena terkurung di rumah yang satunya lagi gegara kunci rumah ilang (baca: charger laptop terpisah jauh dari laptopnya). Dan karena kaki keram abis turun dari gunung. Bukan alasan sih, ga nyambung juga -_-”

Pintu perjuangan. Yups!!

U A S !

Senin udah masuk minggu UAS untuk fakultas saya. Hmm.. untuk jurusan saya lebih spesifiknya, karena ada beberapa jurusan yang udah mulai libur sejak minggu kemarin, dan ada yang masih ‘belajar seperti biasa’ sampai minggu depan. Iya, emang kampus saya rada aneh. Nggak kompak dalam bidang perujianan. Hahaa..

Dan badan ambruk tepat 4 langkah menuju pintu.

Analisa teman saya,

“Mungkin sebenarnya udah ga sehat, Taw, badan lo. Sejak turun dari gunung. Mungkin kita salah makan apa gitu di atas. Bisa jadi karena tangan kotor, abis pegang-pegang tanah trus langsung makan apa aja yang bisa dimakan, atau karena berasnya ga di cuci dulu, langsung dimasak gitu aja. Atau bisa jadi karena makan di atas trashbag. Ada-ada aja emang kerjaan kita di atas kemarin, tu. Di tambah lagi pemicunya ayam penyet, ya udah, selesai semua.” – Safirah, 31 Mei 2013, kosan saya.

Dan setelah dipikir-pikir, bisa jadii…. Emang pendakian yang ‘kurang’ sehat kemarin itu. Hahaa.. ckckck

Dan ini bagaimana ini sekarang ini?? Perut masih nggak mau bersahabat. Kepala masih muter-muter, udah tau pusing nggak mau berhenti muter-muter. Badan udah pegel-pegel karena kebanyak tidur. Elah, emang ya kalo yang namanya sakit itu serba salah semua. Heuuu -___-”

Eh, atau jangan-jangan,…. ini adalah syndrome uas yang biasa saya alami setiap menjelang UAS? Tapi kemarin-kemarin nggak sampai sakit nggak bisa gerak. Sekarang? Baru hari ini bisa ngakak nonton film, bisa nangis nonton film. Kemarin? Nangis nahan sakit yang ada. Haha. Ade manja!! (emang minta dimanja :3 )

Iya, saking pengen dimanjanya, sampai mikir mau pulang ke rumah, di Pekanbaru sana. Ya kali.. hari Senin ujian, coy… gara-gara sakit gini doang mau pulang?? Ya iyalah! kan butuh belaian mama. Hiks 😥 #plak. Tahu nggak? Sampai tadi saya bikin percakapan sendiri, memerankan seorang mama, papa, dan ade sekaligus.

Ade: Mamaaaa.. 😥 Hwaaa.. Mamaaaaaa…. T_T
Mama:Tulah. Mada juo dikecek an. Disuruah makan tu, makan. Jan co malaikek ndak makan-makan. Paruik tuh lah bamasalah jan ditunda-tunda juo makan tu! (Makanya. Dibilangin bandel. Disuruh makan tu, ya makan. Jangan kaya malaikat nggak makan-makan. Perut tu udah bermasalah jangan ditunda-tunda makan tu!)
Ade: Huuuu 😥
PapaA nan kau tangihan?? Cegak nyo tu dek manangih??? (Apa yang kamu tangiskan? Bisa sembuh tuh karena nangis?)
Ade: Huuuuuu 😥
MamaMakan la lai. Minum ubek tu. Abih tu istirahat. Jan onlen-onlen juo lai. (Makanlah lagi. Minum obat. Habis itu istirahat. Jangan online-online juga lagi)
Ade: Huhuuuu… 😥 ngesot ke meja makan

the end

Begitulah khayalan tingkat tinggi saya yang berhasil membuat kakak saya tertawa ngakak geleng-geleng kepala. Padahal saya beneran menderita. Huf-te!

Dan semakin merasa menderita kala teringat tugas akhir makalah semua, deadline di tanggal dan hari yang sama. Syaratnya sama semua. Tugasnya analisis semua. Dan….aaaaaaaaaaaargh!!! tidur

Hwaaaaa… T_T guling-guling pegang perut

Iklan

3 pemikiran pada “Ambruk di Pintu Perjuangan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s