Tertatih bersama menjajaki malam dalam senda gurau yang klasik. Hampa masih menyesak walau kita paksa terbahak. Setiap langkah mengiring alunan cerita. Penuh emosi berwarna. Kita, kemarin, sudah menyusuri jalan yang sama dengan hari ini. Hanya saja kita, kemarin, lebih leluasa bercengkrama. Kemarin, tidak ada pembeda. Kemarin, tidak ada pemisah. Kemarin, kita terlihat seperti warna keemasan mentari tersenyum bersama hijau pohon, asri.

Kemarin.
Sebelum ada pemisah, sebelum ada pembatas.

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 1 Oktober 2013

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s