Iya, jadi gitu! apaan coba hahaa

Hari ini, tingkat kerajinan saya naik sekitar 15%. Karena tiba-tiba sepulang dari kampus saya segera membersihkan kamar yang lagi-lagi seperti kapal karam beratus tahun. Mengubah posisi tempat tidur, lemari, meja belajar adalah hobi saya dari SD. Setiap pergantian semester, pasti selalu bersih-bersih kamar secara total. Tapi, hobi itu menjadi lebih “rajin” datang, karena kadang dalam satu semester bisa 3 kali ngerombak kamar. Hahaha ya, ntah mengapa selama di kosan jadi cepet bosan :3

Tandanya udah bosa cuma satu: perlahan-lahan kamar bakal berantakan. Bantal ntah dimana, buku jadi bantal, meja belajar berubah jadi tempat sampah, baju kotor numpuk, dan segala macam sesuatu yang ga penting muncul ke permukaan. Dan yang penting? Ngilang. Hahahaa Nah! Kalo udah begitu, tandanya saya harus segera bersih-bersih, karena suasana kamar menentukan suasana hati coy! Hohooo

And now, kamar bersih cling! Tinggal nyuci kain aja nih. Eh, pas mau nyuci kain, temen saya sms, katanya mau cerita sesuatu. Tidak lama kemudian, dia pun muncul di depan pintu kamar dalam keadaan wajah merah bak kepiting rebus, dan keringetan. Parahnya, masuk-masuk ke kamar langsung menuju ke kamar mandi -,-”

Barulah setelah itu dia mulai bercerita. Katanya……

Dia barusan ngeliat “RED LADY”!!!!
Siapa itu “red lady”? Tanya om google deh, pasti dia tahu. Secara, “red lady” itu hantu terkenal binti gaul. Sampai masuk internet coy!! -,- hahahaa

Tapi kocaknya, teman saya itu, sebut saja Dea, melihat apa yang saya lihat pas menjelang Isya tadi, ketika akan pulang ke kosan bersama Safirah: kain merah menggelantung di pohon belakang mushala kampus, dan terselip kayu di balik kain merah tersebut. Saya pun pas melihatnya dengan Safirah mengira itu orang lagi berdiri, tapi ternyata pandangan saya dan Safirah masih “normal”. Itu beneran cuma kain dan kayu yang menggelantung di atas pohon belakang mushala.

Tapi mungkin karena Dea kecapean, sendirian pula, hampir tengah malam. Imajinasinya bisa jadi melambung tinggi, dan halusinasinya menari-nari. Maka, tring! Si “red lady” pun muncul di hadapannya, membuat Dea lari terbirit-birit ke kosan saya. Hahah kasian.

Dan sekarang, di sinilah saya: di kamar Dea, nungguin dia mandi, karena mau nginap di kamar saya (kebetulan kami satu kosan beda kamar). Hahaha. Koplaak koplaak!

Iya, jadi gitu! :p

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s