Waktu itu, tiba-tiba saja temanku mengajakku makan di suatu tempat di daerah rumahnya. Tidak terlalu jauh dari rumahku, tapi cukup memakan waktu. Bertiga kami pergi ke sana dengan mengendarai motor. Aku membawa motor temanku itu dan memboncengnya.


Aku tak pernah mempercayai firasat. Jika suatu waktu terpikir olehku tentang suatu hal, selalu saja ku kibaskan pikiran itu dan melupakannya -mencoba melupakan, lebih tepatnya. Begitu pun malam itu. Tak dinyana, berbulan lamanya rindu itu kupendam, akhirnya terobati juga. Meski sekilas, paling tidak aku masih ingat wajahnya. Ntah dia juga, aku tak tahu -tak pernah tahu.


Kami tiba tidak lama kemudian. Mungkin hanya terlambat sedikit, karena tempat makan itu nyaris penuh. Untungnya masih ada satu meja lagi yang kosong. Kami langsung menuju meja kosong itu, dan duduk, memesan makanan dan menunggu.

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 11 Oktober 2013

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s