Aku bisa berkata apa? Maksudnya, apa aku boleh berkata apa-apa? Ada banyak orang yang menurutku kurang, bahkan tidak bertanggung jawab. Seperti esok, yang tidak memiliki kejelasan. Harus dimana aku, apa yang harus aku lakukan, semuanya tidak jelas. Sesalnya, aku bahkan menuduh diri sendiri, menuduh bahwa ini hanya alibi. Alibi untuk menjadi sekutu mereka yang lari dari tanggung jawabnya. Meninggalkan apa yang seharusnya mereka lakukan, kewajiban mereka.

Tapi, sesungguhnya pun aku tak punya alasan untuk menghindar. Memang tepat tuduhan dari diriku sendiri . Alibi. Dengan mengkambing hitamkan orang lain, aku mencari celah untuk lari dari kewajiban yang sudah diimbankan padaku berhari-hari lalu. Bahkan berbulan. Aku sudah berjanji dan kami sepakat, bahwa besok adalah giliranku menepati janji, melaksanakan tugasku, menyelesaikan tanggung jawabku. 

Tapi, ini adalah tanggung jawab bersama, tanpa mereka aku takkan bisa menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan. Mereka selalu berlari, menghindar. Sengaja? Kurasa. Munafikkah diri ini? Ntahlah. Tapi mereka meninggalkan bimbang. Ataukah aku yang mencari bimbang itu sendiri.

Inikah alibiku sebenarnya? Alibi untuk mencari kesenangan sendiri dengan menyalahkan mereka padahal aku pun tak menolak. Tidak menolak jika mereka kabur, karena dengan begitu, aku pun bisa kabur dan melakukan apa-apa yang kuinginkan. Tentunya, tetap mengambinghitamkan mereka. Dan aku bebas. 

  • Ade Surya Tawalapi-
    Depok, 3 November 2013
Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s