Ternyata masih sulit! Jumlah kata yang kutahu masih tidak mencukupi untukku merangkaikan kata untukmu. Seperti janjiku dulu. Meski beberapa saat yang lalu kucoba sekali lagi. Tapi tetap, rasanya begitu dipaksakan. Maka, ini sajalah (lagi) yang kutuliskan. Tidak tahu gunanya, esensi-nya tidak jelas. Sia-sia kalau kata beberapa orang yang terlalu banyak nuntut babibu. Jadi kata hatiku “acuhkan saja! karena meladeninya juga membuang-buang waktumu, kan?

Oh.. baiklah! Maafkan aku yang lagi-lagi datang dan mendadak meracau tak berujung pangkal!

Ini semua ada kaitannya dengan tulisan lamaku. Kau masih ingat? Ah, sudah lupa mungkin. Atau memang sudah kau lupakan? Bagaimana bisa?! Ah sudahlah!

Jadi, ya! Tulisan itu tak sengaja terbuka lagi dan mengingatkanku pada janji lama. Janji untuk menuliskan puisi tentangmu. Dari tujuh belas huruf. Tapi yang kutulis bukanlah puisi. Hanya rangkaian-rangkaian kata yang tidak jelas! Absurd! Dan membaca tulisan itu, mendorong hatiku untuk mencoba memperbaikinya. Dan sejam lebih sudah kuhabiskan waktu di sini. Hasilnya…. masih tulisan tidak jelas. Kau lihat sendiri, kan?

Jadi, satu tujuh itu masih menjadi utangku. Ya, aku mengganggapnya itu masih utangku, karena aku sendiri tak yakin tulisan sebelumnya mampu menyenangkanmu atau tidak. Pun tulisan ini. Kurasa hanya akan merusak suasana yang sudah tersusun rapi. (Mungkin sudah takdirnya kau berkenalan dengan seorang perusak suasana? Jadi ikhlaskan saja. Oh, yaa.. aku memerintah lagi. Kebiasaan!)

-ast- 6 Januari 2014

Iklan

2 pemikiran pada “satu tujuh

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s