Maddi Jane!

(masih mikir, udah pernah belom ya nulis tentang ini? males nyari haha >_<)

Ya sudahlah, saya ceritakan saja (lagi)..

Saya baru kenal Maddi Jane (halah, kenal -_-) pas jamannya sebelum jadi mahasiswa. Masih masa-masa bimbel intensif dan masa-masa galau anak-kos-baru. Baru jauh dari orang tua. >_<

Yang kali pertama memperkenalkan Maddi Jane adalah abang bungsu saya, Zikri. Waktu itu saya lagi nangkring di kamar kosnya sambil belajar buat TO harian besoknya di bimbel. Dia? Nggak tau lagi ngapain depan komputer. Terus tiba-tiba abang saya itu manggil, suruh liat video ini. Dan saya pun jatuh cinta. Langsung download lagunya, pindahin ke hape. Hahahaa. (Bang Zikri memuja-muji Maddi Jane looh. Tapi cuma di video ini. Selanjutnya, katanya, nggak bagus. Terlalu dewasa penampilannya dan jadinya nggak menarik.)

Lagu ini jadi soundtrack masa-masa itu. Tiap kali mendengarkan lagu ini, saya selalu terlempar ke masa itu: Pertama kalinya jalan kaki dari tempat bimbel yang letaknya di seberang kampus, ke kosan yang letaknya di belakang kampus. Dan itu lumayan jauh. Berapa kilometernya saya kurang tau pasti. Tapi lumayan bikin tepar nyampe kosan. setengah jam brooo jalan kaki -_-

Tapi itu adalah satu hal yang membahagiakan. Waktu pertama kali jalan kaki itu, sambil dengerin lagu ini terus menerus pake headset dan komat-kamit ngikut nyanyi, saya berpikir itu adalah kali terakhir saya bisa berjalan di lingkungan kampus yang sangat ingin saya menjadi bagian keluarga besarnya. Sebab, saya berpikir saya tidak akan mampu bersaing di sini sebagaimana mestinya. Saya ciut! Dan memilih untuk pulang lagi saja bersama Mama. Makanya saya sambil nahan nangis, mencoba menikmati perjalanan puanjang itu sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Siapa sangka? Ternyata itu bukan kali terakhirnya saya bisa berjalan dari bimbel ke kosan! Beberapa hari kemudian, saya rupanya masih bangun di kosan saya yang masih saya tempati sampai saat ini. Dan siangnya masih bisa jalan menikmati perjalanan menyenangkan itu. Dan saya ketagihan!!

Semangat bertualang di negeri orang yang sempat gugur itu, bersemi kembali! Berkat dorongan orang-orang terdekat: Abang-abang dan Kakak saya, Yumei –teman pertama saya di sini, Mama, Papa yang ada di rumah nun jauh di sana, Paman dan Bibi, serta Nenek saya yang waktu itu masih hidup tapi tak berdaya di rumah sakit meskipun beliau sadar 100% dan sempat memberi nasihat pada saya waktu akhirnya saya muncul lagi di hadapannya setelah membuat gempar keluarga yang lagi di rumah sakit dengan bersuara terisak dari saya. (Mehehehee, kalo ingat itu rasanya pengen nyebur ke danau ._.)

Yaps! Saya akhirnya mencoba bertahan di sini. Mencoba melalui tujuh hari pertama dulu dengan tenang dan berani. Selanjutnya? Saya melalui tujuh hari-tujuh hari lainnya dengan gembira =D

Dan Price Tag yang dinyanyikan ulang oleh Maddi Jane ini adalah sahabat dikala galau, sedih, rindu, maupun bahagia, senang dan semangat! :’)

-ast-
Depok, 22 Januari 2014

Iklan

4 pemikiran pada “Soundtrack “Masa-Masa Awal di Perantauan” :p

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s