Masih ingat Joseph Brodsky? Masih ingat dengan puisinya yang membuat saya pusing tujuh keliling itu? Masih ingat dengan G.P-nya? Sudah tau dia siapa atau apa??

Well.. sekarang saya akan melunasi hutang di tulisan sebelumnya tentang Joseph Brodsky itu, siapa (atau apa) itu G.P, dan interpretasi saya tentang puisi itu sesuai dengan pengetahuan yang saya miliki =D

***

Teks asli

2

 Сонет

    Г. П.

     Мы снова проживаем у залива,
     и проплывают облака над нами,
     и современный тарахтит Везувий,
     и оседает пыль по переулкам,
     и стекла переулков дребезжат.
     Когда-нибудь и нас засыпет пепел.

     Так я хотел бы в этот бедный час
     приехать на окраину в трамвае,
     войти в твой дом,
     и если через сотни лет
     придет отряд раскапывать наш город,
     то я хотел бы, чтоб меня нашли
     оставшимся навек в твоих объятьях,
     засыпанного новою золой.

     ноябрь 1962

Transliterasi 

2

Sonet

G. P.

My snova prozhivayem u zaliva,
i proplyvayut oblaka nad nami,
i sovremennyy tarakhtit Vezuviy,
i osedayet pyl’ po pereulkam,
i stekla pereulkov drebezzhat.
Kogda-nibud’ i nas zasypet pepel.

Tak ya khotel by v etot bednyy chas
priyekhat’ na okrainu v tramvaye,
voyti v tvoy dom,
i yesli cherez sotni let
pridet otryad raskapyvat’ nash gorod,
to ya khotel by, chtob menya nashli
ostavshimsya navek v tvoikh ob”yat’yakh,
zasypannogo novoyu zoloy.

noyabr’ 1962

 

Terjemahan

2

Soneta

                           G.P.

     Kita sekali lagi tinggal di dekat teluk,

     dan mengambang awan di atas kita,

     dan saat ini Vesuvius bergemuruh,

     dan debu turun ke gang-gang,

    dan jalur kaca berderak,

     Dan pada suatu ketika kita pun mulai tertutup abu.

Sekiranya aku mau pada saat yang menyedihkan itu

     datang ke tepi trem,

     masuk ke rumahmu,

     dan jika selang ratusan tahun

     pasukan kemudian datang mengorek kota kita,

     maka aku ingin, mereka menemukanku

     yang tertinggal selamanya di pelukanmu,

     Tertutup abu yang baru.

                    November 1963

Interpretasi

Ada dua hal yang menjadi fokus penulis dalam menginterpretasikan puisi “Soneta” karya Joseph Brodsky. Pertama, sejarah kehidupan Brodsky, tepatnya pada tahun 1962 saat puisi “Soneta” ditulis; kedua, Gunung Vesuvius yang disinggung dalam baris ketiga bait pertama puisi tersebut. Mengingat Brodsky ialah seorang penyair yang cenderung menggunakan banyak metafor serta puisi-puisinya berfokus pada tema kematian, waktu, ruang serta keimanan (Alkatiri, 2012, hal. 221), tentu dalam penggunaan kata Vesuvius tersimpan makna yang mendalam.

Sejarah kehidupan Brodsky dalam dunia kesusastraan dapat dikatakan tidak terlalu panjang. Ia terlahir sebagai seorang berkebangsaan Yahudi Rusia pada 24 May 1940 di Leningrad, anak satu-satunya dari Aleksandr Ivanovich Brodsky dan Maria Moiseyevna Volpert. Ia memulai karirnya di bidang sastra ketika berusia 19 tahun (1959). Keputusan untuk menjadi seorang penyair muncul setelah ia membaca buku kumpulan puisi karya Baratynsky. Saat itu, ia sedang mengikuti ekspedisi ke Yakutsk bersama Organisasi Geologi yang memberinya kesempatan menjadi mahasiswa eksternal di sebuah Universitas. 34 tahun kemudian, di usia 55 tahun, cerita kehidupan Brodsky berakhir. Ia meninggal dunia pada 28 January 1996 di New York akibat serangan jantung.[1] Namun, dalam rentang waktu 34 tahun, kisah singkat yang kompleks berhasil ia ukir di dunia kesusastraan Rusia maupun dunia.

     Pada tahun 1962, Anna A. Akhmatova memperkenalkan Brodsky pada seorang artis profesional, Marina Pavlovna Basmanova (M.B). Seketika itu, Brodsky jatuh cinta pada M.B. Hampir sepanjang hidupnya, ia menuliskan puisi yang ditujukan pada M.B, yang pada tahun 1967 memberinya seorang anak laki-laki bernama Andrey Basmanov.[2]

     Brodsky sangat dikenal dengan ciri soneta dalam karyanya. Soneta merupakan jenis sajak yang terdiri atas empat bait: 2 bait pertama masing-masing terdiri atas 4 baris, 2 bait terakhir masing-masing terdiri atas 3 baris). Ada pula sajak soneta yang terdiri dari 14 baris yang merupakan satu kesatuan yang bulat.[3] Berbeda dengan makna soneta secara umum, Brodsky menampilkan soneta dalam sajaknya dengan gaya bebas.[4] Pada puisi “Soneta” ini, Brodsky menampilkan sajaknya pada dua bait yang masing-masing bait terdiri dari 6 baris dan 8 baris. Salah satu kumpulan soneta-nya yang paling terkenal adalah “Duapuluh Soneta Untuk Ratu Mary dari Skotlandia” (Двадцать Сонетов К Марии Стюарт/ Twenty Sonnets To Mary Queen Of Scots) (Shtern, 2004).

     Hampir sebagian besar puisi-puisi karya Brodsky sarat makna yang langsung ditujukannya pada seseorang dengan menyelipkan inisial nama, seperti puisi-puisi yang ia tujukan pada Basmanova, yang diawali dengan inisial M.B. Pada puisi “Soneta”, Brodsky menyelipkan inisial G.P di awal puisinya. Karena keterbatasan sumber data dan informasi, penulis hingga saat ini tidak dapat mengetahui secara pasti siapa G.P. Pada sebagian artikel dan buku yang sudah penulis baca, tidak satupun yang menyinggung seseorang berinisial G.P. Untuk sementara ini, penulis berkesimpulan G.P merupakan inisial dari Gorod Pompey (Город ПОмпей) yang berarti Kota Pompeii.

Kota Pompeii adalah sebuah kota di Italia yang sempat hilang selama 1600 tahun akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M. Tanda-tanda kehancuran kota ini sudah tampak sejak tahun 62 M. Pada saat itu, terjadi gempa yang cukup hebat yang mengakibatkan kerusakan parah di kota Pompeii dan beberapa kota di sekitar Gunung Vesuvius. Pada tahun 64 terjadi guncangan yang lebih ringan dan pada awal Agustus 79 kekeringan melanda kota-kota tersebut. Tepat pada 24 Agustus 79, sebuah letusan terjadi dan mengubur Pompeii serta daerah-daerah pemukiman di sekitar Gunung Vesuvius. Gejala luar biasa sebelum terjadinya ledakan tersebut dituliskan seorang saksi mata, Plinius Muda, kepada sejarawan Romawi, Tacitus (Hall, 2007).

     Gejala-gejala yang digambarkan oleh Plinius Muda, dilukiskan Brodsky dalam puisi “Soneta”. Setelah terjadinya gempa bumi di tahun 62, penduduk Pompeii kembali ke kota yang terletak di teluk Napoli ini. Hal ini tertuang pada baris pertama di bait pertama puisi “Soneta”:

Мы снова проживаем у залива,
          Kita sekali lagi tinggal di dekat teluk,

Pada surat yang ditulis Plinius Muda tersebut, ia menggambarkan bagaimana gejala-gejala yang terjadi, seperti awan gelap yang besar membentuk pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Kemudian awan itu menuruni lereng gunung dan menutupi semua yang ada di bawahnya, daratan maupun lautan. Bersamaan dengan itu, terjadilah gemuruh dari Gunung Vesuvius yang kemudian menjadi letusan mahadahsyat yang mengubur kota Pompeii.[5] Brodsky sekali lagi melukiskan hal yang serupa pada baris selanjutnya, masih di bait pertama:

и проплывают облака над нами,
     dan mengambang awan di atas kita,
и современный тарахтит Везувий,
     dan saat ini Vesuvius bergemuruh,
и оседает пыль по переулкам,
     dan debu turun ke gang-gang,
и стекла переулков дребезжат.
     dan jalur kaca berderak,
Когда-нибудь и нас засыпет пепел.

Dan pada suatu ketika kita pun mulai tertutup abu.

Ratusan tahun kemudian, Kota Pompeii kembali ditemukan oleh seorang arsitek bernama Fontana pada tahun 1599. Penggalian serius baru dilakukan beratus tahun kemudian. Tercatat pada tahun 1738 ditemukan Kota Herculaneum dan menyusul Kota Pompeii tahun 1948.[6]

     Fakta sejarah ini, bagi Brodsky merupakan sebuah inspirasi. Mengingat pada tahun 1962 merupakan awal kisah percintaannya, penulis menarik kesimpulan bahwa pada puisi “Soneta” ini tersirat betapa ia sangat mencintai Basmanova sehingga, pada bait kedua ia mengutarakan kerelaannya menjadi bagian dari penduduk yang tertimpa musibah di Kota Pompeii tersebut. Ia rela terkubur abu Gunung Vusevius beratus tahun lamanya, selama ia berada bersama orang yang ia cintai. Penemuan yang menggegerkan dan sebuah cerita cinta abadi akan tercipta seandainya kisah yang ia lukiskan dalam bait kedua “Soneta” benar-benar terjadi:

Так я хотел бы в этот бедный час
          Sekiranya aku mau pada saat yang menyedihkan itu
приехать на окраину в трамвае,
          datang ke tepi trem,
войти в твой дом,
          masuk ke rumahmu,
и если через сотни лет
          dan jika selang ratusan tahun
придет отряд раскапывать наш город,
          pasukan kemudian datang mengorek kota kita,
то я хотел бы, чтоб меня нашли
          maka aku ingin, mereka menemukanku
оставшимся навек в твоих объятьях,
          yang tertinggal selamanya di pelukanmu,
засыпанного новою золой.
          Tertutup abu yang baru.

Dalam puisi “Soneta” tersirat sebuah pengandaian dan harapan. Berdasarkan gramatikalnya, pada bait pertama Brodsky melukiskan keadaan saat ini. Ia menggambarkan sejarah akan terulang lagi tatkala kita kembali ke Teluk Napoli. Kita yang dimaksudkan Brodsky dalam puisi ini penulis artikan sebagai si pengarang dan orang terkasih serta penduduk Kota Pompeii dan pemukiman di Teluk Napoli yang terselamatkan dari musibah ratusan tahun yang lalu. Brodsky menggambarkan keadaan di Teluk Napoli itu selanjutnya akan sama seperti yang sudah-sudah: awan hitam akan turun, Gunung Vesuvius kembali bergoncang, dan kita mulai tertutup abu sekali lagi.

     Bait kedua, Brodsky menggunakan diksi pengandaian бы yang berarti seandainya, sekiranya. Pada bair kedua, berfokus pada kita yang hanya terdiri dari si pengarang dan orang terkasihnya. Pada bagian ini pengandaian yang tersirat berupa angan-angan yang tidak akan mungkin terjadi: seandainya sejarah benar-benar terulang, si pengarang ingin di saat-saat yang berbahaya itu dia berada di dekat kekasihnya. Sehingga, pada saat gempa dan letusan gunung terjadi, dia merasa aman dan abadi dalam pelukan kekasihnya —pelukanmu. Dan seandainya setelah kejadian itu, ratusan tahun yang akan datang dilakukan penggalian sekali lagi terhadap Kota Pompeii tersebut, Grodsky berharap mereka menemukan kerangka dua manusia yang merupakan kerangka tubuhnya dalam pelukan sang kekasih, seperti yang ditemukan Kota Pompeii hasil galian para peneliti, bahwa di Kota Pompeii terdapat banyak kerangka manusia, pria dan wanita, yang sedang bersama dalam keadaan berpelukan, duduk, tidur dan lain sebagainya.

     Maka, penulis menarik kesimpulan bahwa jelaslah puisi “Soneta” bertema cinta dan ditujukan untuk Basmanova, wanita yang ia cintai bahkan setelah Brodsky menikah dengan salah satu muridnya, Maria Sozzani di tahun 1990. “Soneta” menunjukkan betapa Brodsky begitu mencintai Basmanova dan bersumpah cintanya akan abadi. “Soneta” juga menunjukkan bagaimana Brodsky menilai kerangka-kerangka manusia hasil penemuan para penggali Kota Pompeii tersebut sebagai sebuah peninggalan sejarah tentang kisah cinta yang abadi.

 


[1] Prominent Russians. Dipetik Desember 14, 2013, dari RUSSIAPEDIA: http://russiapedia.rt.com/prominent-russians/literature/joseph-brodsky/

[2]  Dimov, E. (2011). The Magnificent Garden of Brodsky. Dipetik Desember 14, 2013, dari Contemporary Russian Literature at UVA: http://pages.shanti.virginia.edu/russian/2011/09/16/the-magnificent-garden-of-brodsky/

[3] Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga

[4] Dapat dilihat dalam kumpulan puisi Brodsky (Art), (Vinitsky, 2009) atau (Dubult, 2010). Beberapa puisinya memang berisi 14 baris saja. Salah satunya adalah puisi “Soneta” ini.

[5] Hall, S. S. (2007). Vesuvius Countdown. Dipetik Desember 14, 2013, dari National Geographic: http://ngm.nationalgeographic.com/2007/09/vesuvius/vesuvius-text

[6] Ibid.

_____________________________

Sumber Rujukan

Alkatiri, Z. (2012). Mengenal Novelis dan Penyair Sastra Rusia Abad 19-20. Jakarta: Padasan.

Shtern, L. (2004). Brodsky: A Personal Memoir. Texas: Baskerville Publisher, Inc.

 

Sumber internet tentang Joseph A. Brodsky

Admin. (2001). Joseph Brodsky. Dipetik Desember 14, 2013, dari POETRY Foundation: http://www.poetryfoundation.org/bio/joseph-brodsky

Admin. Prominent Russians. Dipetik Desember 14, 2013, dari RUSSIAPEDIA: http://russiapedia.rt.com/prominent-russians/literature/joseph-brodsky/

Admin. Иосиф Бродский / Iosif Brodsky. Dipetik Desember 14, 2013, dari World Art: http://www.world-art.ru/people.php?id=34560

Dimov, E. (2011). The Magnificent Garden of Brodsky. Dipetik Desember 14, 2013, dari Contemporary Russian Literature at UVA: http://pages.shanti.virginia.edu/russian/2011/09/16/the-magnificent-garden-of-brodsky/

Dubult, V. (2010). Сонеты Иосифа Бродского (Sonety Iosifa Brodskogo). Dipetik Desember 14, 2013, dari Стихи.ру: http://www.stihi.ru/2010/01/23/7774

Gessen, K. (2011). A CRITIC AT LARGE THE GIFT Joseph Brodsky and the fortunes of misfortune. Dipetik Desember 14, 2013, dari The New Yorker: http://www.newyorker.com/arts/critics/atlarge/2011/05/23/110523crat_atlarge_gessen?currentPage=all

Vinitsky, S. (2009). Иосиф Бродский. Стихотворения и поэмы (основное собрание). Dipetik Desember 14, 2013, dari Библиотека Максима Мошкова: http://www.lib.ru/BRODSKIJ/brodsky_poetry.txt

 

Sumber internet tentang Gunung Vesuvius

Admin. (2010). Gunung Vesuvius dan Kisah Peradaban Pompeii. Dipetik Desember 14, 2013, dari Blog Misteri Hawkson: http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com/2010/08/gunung-vesuvius-dan-kisah-peradaban.html

Hall, S. S. (2007). Vesuvius Countdown. Dipetik Desember 14, 2013, dari National Geographic: http://ngm.nationalgeographic.com/2007/09/vesuvius/vesuvius-text

Iklan

Satu pemikiran pada “[[Interpretasi Puisi]] Joseph Brodsky – G.P (Soneta)

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s