Dulu ibuku adalah seorang artis. Setiap malam ada banyak lembaran kertas yang harus beliau tandatangani. Kertas itu sangat penting. Terlebih lagi tandatangannya sendiri. Adalah yang teramat sangat penting!

Setiap malam, lima anaknya bergantian menghampiri untuk mendapatkan tanda tangannya. Selalu begitu setiap selesai mengerjakan PR dan sebelum tidur.

Ayahku juga sempat menjadi artis. Posisinya adalah artis musiman. Selalu naik daun setiap kali Ibu tidak di rumah —biasanya  karena keluar kota untuk urusan kantor.

Begitu juga Nenek. Kalau Ayah belum pulang dari tempat tongkrongannya di saat Ibu sedang dinas keluar kota, tandatangan Nenek adalah tandatangan selanjutnya yang diincar lima kepala itu. Nenek dan Ayah akan menjadi artis selama Ibu tidak di rumah.

Bu Guru yang memintanya.

Katanya, kalau tidak ada tandatangan orang tua, kertas-kertas penting itu tidak ada gunanya. Terutama nilai yang didapat. Kalau jelek, bisa jadi karena jawab asal-asalan. Kalau bagus, bisa jadi nyontek teman. Makanya, tandatangan “para artis” di rumahku sangat penting, agar aku tidak dikatai bodoh, atau tukang sontek.

 

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 1 Maret 2014

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s