“Boo dan aku berdiri terpaku. Seluruh drama itu mungkin cuma berlangsung beberapa detik. Aku tidak sempat berbuat apa-apa. Kini, sunyi itu terasa memekakkan telinga. Yang terdengar cuma bunyi jemari Boo yang panik mengetuk-ngetuk celana panjangnya. Serta suara tangis Lori yang pelan dan berat,” cerita Torey padaku sore tadi, di salah satu bangku di Taman Buah di samping apartemenku.

Lori dan Boo adalah muridnya. Muridnya yang kesekian di kelas khusus yang kesekian pula. Baru ada 4 murid yang ia sebutkan namanya padaku. Namun yang dua lainnya, seperti tidak terlalu bermasalah sehingga Torey tidak perlu curhat apa-apa padaku.

Lori baru saja mengamuk. Sudah sampai pada puncak tertinggi kesabarannya. Tekanan dari Bu Edna sudah membuatnya benar-benar jengah dan muak. Dia pun mengamuk. Mencabik-cabik buku bacaan yang tak bersalah itu. Meremasnya, menginjak-injaknya, sambil terus menjerit. Menumpahkan segalanya. Memuntahkan semua hal tak enak yang membuatnya tertekan.

Dan dia bebas di sana. Dia bebas berteriak seperti itu dan lalu menangis sejadi-jadinya selama itu di kelas Torey. Selama Torey yang berdiri di sana.

“Sepertinya menyenangkan berada bersamanya,” celetuk Kara mendengar ceritaku.

“Kau pikir begitu?” tanyaku. Dan dia diam.

Kara, gadis kecil yang terkunci dalam raga seorang gadis yang telah berusia dewasa. Dia adalah masalah yang belum menemukan jalan penyelesaian. Selalu saja, setiap kali aku bercerita tentang Torey dan kisah-kisanya, Kara berkata, “bisakah aku bertemu dengannya? Sepertinya begitu menyenangkan berada di sisinya. Ya, pasti sangat menyenangkan.” sedangkan aku hanya bisa tersenyum.

“Nah, Kara. Seandainya kau punya kesempatan bertemu dengannya, drama seperti apa yang akan kau perlihatkan padanya? Drama berisi caci maki tentang kerasnya hidup dan segala tekanan ini, atau hanya drama air mata?” tanyaku kemudian.

Kara pun terdiam. Lalu menangis.

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 18 Maret 2013

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s