Ingat dengan kalimat itu, De? 

Ucapan asal-asalan yang akhirnya dikabulkan Sang Pengabul Doa. Hahaa..

Guling-guling in Action part II akhirnya terjadi di tempat, waktu dan situasi-kondisi yang tidak terduga. Kalau sebelumnya adalah hal yang disengaja, di tempat yang “biasa aja”, ketinggian nggak seberapa, dan ada penjaganya di ujung undakan, kali ini beda! Hal yang tidak diniatkan (meskipun dengan sombongnya selalu nyeletuk “guling-guling enak nih kayanya,“), di ketinggian + 2000 mdpl, kemiringan nyaris 80 derjat, penuh bebatuan, membawa beban meskipun nggak terlalu berat, sebelah kanan “jurang”, dan nggak ada teman yang siap di ujung undakan buat nahan. Yak! Guling-guling in Action kali ini terjadi di atas gunung dengan tidak disengaja. Disebabkan oleh kesombongan dan kebodohan seorang Ade yang nggak mau mendengarkan kata-kata sahabatnya yang di Guling-guling in Action part I adalah orang yang memulai aksi (bingung-bingung dah bacanya. hahaa) -_-!

Benar! Dea tuh udah ngelarang! Dea nggak yakin saya bisa turun dengan selamat dengan cara yang saya pikirkan. Tapi, sayanya nggak mau dengar. Dengan percaya dirinya nekat turun dengan cara yang nggak banget, nggak cocok digunakan di medan pertempuran seperti di G. Guntur. Akhirnya, dengan kegagalan yang telak, nggak bisa menghentikan gaya gravitasi, dengan pasrah saya pun teriak, “Deaaaa, gue nggak bisa ngereeeeem!!!” Dan rombongan kami pun tercengang dan terdiam. Terpaku nggak tahu harus berbuat apa selain ikutan teriak, “Maliiih!!! Tahan di bawah!!!” Sepersekian detik setelah Malih menoleh ke belakang dan mendapati saya berlari kencang tak terkendali ke arahnya, saya pun jatuh terguling-guling, menggelinding!! (sayang banget nggak ada yang nge-video-in ._. #plak)

Panik??? Ya iyalah! Menurut L???? -________-“

Saya antara mau nangis, pasrah, udah mikir “Mati gue, mati nih gue!!!” tapi juga mau ketawa karena kebodohan saya sendiri. Dan pengen teriak histeris karena bahagia juga, karena itu……………….seru, Broo ._. Meski rada bikin sport jantung, bagi yang liat apalagi saya sendiri, tapi itu beneran memacu adrenalin banget!! Serunya, duh! Nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Lebih seru dari Guling-guling in Action sebelumnya!! Hahaha >_< (Deee…. -_-)

Saya seketika tertawa terbahak-bahak setelah akhirnya bisa “ditangkep” oleh si Malih yang ikutan nggelinding. Kepala saya otomatis puyeng, tapi badan saya sama sekali nggak sakit-sakit, kecuali kaki yang gemetaran karena abis lari diluar kendali. Setelah saya ditarik untuk berdiri, saya tidak henti tertawa dan masih oleng. Nyaris jatuh lagi ._. Semua teman-teman otomatis panik. Nanyain keadaan saya. Dea? Jangan ditanya! Dia terdiam seribu bahasa (setelah bertemu dengan Dea di puncak bayangan G. Guntur, dia bilang dia beneran takut saya kenapa-kenapa sampai nggak sanggup bicara apa-apa . Hahaha >_< Maaf, De.. ._.). Langsung saja, dengan inisiatif cocowo pendaki itu nge-back up saya. Seorang di depan, seorang di belakang. Ngejagain, ngingetin, ngarahin langkah kaki saya supaya nggak jatuh lagi (Duh, jadi ngerasa bego banget, nyusahin orang di atas gunung 😥 ). Selanjutnya, hingga perjalanan usai, sampai di mata air, saya terus dijagain ketat oleh teman-teman. Saya yang awalnya masih sok-sokan nolak, dan yakin nggak kenapa-kenapa, akhirnya merasa butuh bantuan juga karena kaki saya sama sekali menolak untuk patuh. Masih gemetaran, masih terus kepeleset bahkan sampai di kaki gunung. Hehehe ._.

Dan begitulah.

Meski sekarang saya masih berani-beraninya berpikir, “Rasanya mau lagi…. Kapan ya?“, saya tetap berpikir dua kali untuk memikirkan dan berkata seperti itu. Apalagi kalau lokasi memikirkan dan berkatanya itu di alam, terutama gunung. “Nyawa bray, yang dibawa, bukan cuma kamera!” Itu yang saya kicaukan ketika kabar kematian di atas gunung sedang marak-maraknya. Tahunya, saya sendiri nyaris, nyaris tertimpa hal yang serupa karena kebodohan sendiri. Soo… besok-besok hati-hati, ya, De, kalau berpikir, berbicara dan bertindak. Di kota mungkin hukumannya nggak keliatan, tapi di alam peringatannya langsung nyenggol! :’) :’) :’)

Btw,

Guling-guling in Action prti II itu bagian dari perjalanan panjang dan seru bersama teman-teman #Balehardcrew, teman-temannya Dea, ke G. Guntur, 2249 mdpl, 19-21 April 2014. 🙂 (thx, guys, atas pengalaman dan pelajarannya, keseruan dan cerita-ceritanya. See you next time! 😀 )

#balehardcrew
with #Balehardcrew di puncak G. Guntur :’)
cecewe2
Devi-Uni-Dila-Ratna-Tawaade-Dea-Nurul :*
cecewe
Cecewe Kece~

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 23 April 2014

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s