Belum apa-apa, aku sudah hendak berkata, “Bukan.” Begitu pengecutnya sampai aku takut kau salah paham.

Jadi… Ini bukan karena aku jegah dan bosan. Lelah…, yah, sedikit. Aku ingin menyelesaikan segala urusan denganmu bukan karena aku membencimu. Apalagi muak. Hanya saja, aku diteror suatu rasa yang menekan batinku. Serba salah aku dibuatnya.

Aku hanya ingin kau mengerti. Di sisa pertemuan kita ini, ayolah kita bekerja sama dengan sebaik-baiknya. Sungguhpun aku tahu, semua ini tidak seratus persen berguna dimasa depanmu kelak, tapi percayalah, minimal seujung jari –keduapuluh jarimu itu– akan ada gunanya juga. Kita adalah orang yang mirip. Dan aku tahu rasa di hatimu setiap kali harus melakukan ini. Tapi, lakukan sajalah. Demi keluargamu. Demi sekolahmu.

Dan di sisa pertemuan kita ini, kuharap tidak tumbuh rasa bencimu. Mari kita akhiri dengan canda tawa, riang gembira. Nikmati. Aku pun akan berusaha menikmati. Sisa pertemuan kita yang tak lagi mudah dijalani.

-Ade Surya Tawalapi-
Kramat Jati, 23 April 2014
*Mizan, mohon kerjasamanya ya? :’)

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s