Jam pemberiannya masih berdenting.
Waktu terus bergulir.
Mengamatinya tidak membuatku paham,
mengapa waktu cepat mengalir?
Dan selalu saja tinggalkan hening.

Anne, sepi sekarang.
Kita tahu sebabnya.
Hanya dia, tidak tahu
— tidak tahu, tidak mau, tidak mau tahu!

Aku terdiam.
Hanya bisa diam.
Kau pun diam.

Bicara padanya tak mudah.
Dulu berganti sudah.
Canda tak lagi iringi tawa,
Cerita tak lagi membawa lega.

Dia sudah pergi, Anne.
Meski raganya di sana, duduk.
— masih menunggu? Aku-kah? Ntah!
Tapi dia menghilang sudah.

Kita lupa membawanya
ikut serta
Kita sibuk dengan dunia
kita saja

Sekarang, mungkin, lelah dia rasa.
Pergi, mungkin, tak mengapa,
pikirnya.

Tapi masalah.
Bagi kita,
bagiku!
Yang ditinggal pergi.
Lagi dan lagi.

Ah! Lepas sudah.

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 6 Mei 2014

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s