Mana tahu dia? Matanya tertutup. Hatinya terbalut lumut.
Dia mana tahu. Matanya bahkan menjauh. Hatinya mungkin sudah keruh.

Salah apa aku? Tanpa banyak bicara. Dia tinggalkan tanya.
Aku salah apa? Tanpa basa-basi. Dia ngeloyor pergi.

Aku-tidak-mau-menyalahkan-waktu-terus-menerus!

Waktu tak bersalah, ku rasa. Dia baik-baik saja. Dia tidak melakukan apa-apa!

Ini karena…………..apa? Taklah ku paham mengapa.

 

Perih sudah rasanya persis seperti luka iris dipercikkan jeruk nipis.

Luka sudah hatiku bak palu es pecah terbentur batu.

 

Perih tercerai
Luka terberai

 

Mana mengerti dia. Sakitnya seperti apa.
Dia tidak merasa. Hanya tinggalkan luka.

 

Tak mengerti aku. Bisa ternyata.
Yang begini ini. Terjadi begitu saja.

 

Sudah. Luka sudah!

 

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 13 Juni 2014

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s