Kota sudah tidak gersang, sudah banyak yang tumbuh
menjulang tinggi, menggapai-gapai Matahari,
menantang badai, memecah angin.
Kota sudah kayak hutan.
Yang tumbuh rapat-rapat,
penuhi tanah,
tutupi tanah.

Hutan malah kosong, sudah hilang bahkan ilalang
tinggal sepenggal-sepenggal, bahkan plontos,
dikalahkan api, dihanyutkan air.
Hutan sudah kayak kota.
Yang jarang-jarang dan gersang,
perlihatkan tanah,
meretakkan tanah.

 

Ada yang linglung tinggal di Pinggir Jalan.
Karena jalan-jalan Kota tak kenal ruang lapang,
karena jalan-jalan Kota tak kenal kematian,
karena jalan-jalan Kota tak kenal keheningan.

 

Ada yang bingung tinggal di Hutan.
Karena di Hutan tak ada sinyal,
karena di Hutan tak ada kehidupan,
karena di Hutan tak ada keributan.

 

Tapi Hutan-hutan Kota ramai hiruk-pikuk kehidupan,
lalu-lalang kematian, bahkan riuh sinyal yang beterbangan.
Hutan-hutan Kota yang ada di tengah Kota-kota Hutan itu–
Kota-kota Hutan yang sunyi, yang tenang.
Yang menyisakan ruang untuk menikmati masa dalam keheningan.

Mau singgah ke sana?

 

-Ade Surya Tawalapi-
Pekanbaru, 5 Juli 2014

 

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s