Hari ke-15 adalah hari yang dinanti. Setiap bulannya, setiap tahunnya. Meski kadang yang dinanti tak kunjung menampakkan diri: sibuk bergelut dengan awan-awan putih nan kadang hitam di atas sana, lupa dia ada mata-mata yang menunggu untuk dimanja dengan sinar kemilau kecantikannya.

Hari ke-15 adalah hari yang ditunggu. Sengaja dihitung dari hari pertama bulan berganti. Meski kadang yang dinanti tak kunjung muncul: lupa kalau sudah waktunya dia memperlihatkan pesonanya, atau sengaja menghilang di balik awan-awan putih nan kadang hitam di atas sana karen tersipu. Malu dipandang mata-mata yang menanti dengan sabar, dengan harap cemas.

Hari ke-15 adalah hari ini. Memang tidak setiap bulannya, tapi ada waktu di kala ia menampakkan wujudnya. Bercadar awan tipis, memanggil dengan sinarnya, menarik mata-mata yang terpaku lelah.

Hari ke-15.
Mata langit yang sayup-sayup menahan kantuk, berselimut awan putih nan kadang hitam di atas sana. Menunggu waktu mata-mata sadar akan kehadirannya. Menunggu waktu mata-mata terpaku akan pesonanya. Menunggu mata-mata bermanja dengan sinarnya. Di atas sana, Purnama Kota Kabut menunggu untuk disapa, sebelum waktu tidurnya tiba, sebelum Mata Langit itu tertutup sempurna.

04:45 AM
Pekanbaru, 15 Ramadan 1435 H
-Ade Surya Tawalapi-

Iklan

5 pemikiran pada “Purnama Kota Kabut: Mata Langit Yang Tertutup

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s