sudah sejak lama rasa itu menekan masuk. tapi tak kupedulikan.
untuk apa peduli? rasa itu bukan apa-apa, bukan dari siapa-siapa, bukan untuk siapa-siapa
ku.
yang sudah lama kutenggelamkan saja. lenyapkan saja. takacuhkan saja!

dari kemarin mencari-mencaci. emosi meleduk-melepuh. acuh mati dimakan abai
ku.
masih dendam masih benci. masih tak mau mengakui hati.

apa nak dikata, kalau sekarang tetestetesnya sudah membasahi lantai rumah?
abai dikalahkan rinai yang menghujam titik terkeras.
batu kan luluh juga, pun hati lunak berisi darah legam
ku

melunak akhirnya.

sekarang tetes demi tetesnya terkumpul.
takut nanti rerasa yang lain habis dimakan riya yang iri dengki
lalu kalah akhirnya dan terbunuh, termakan sisa bangkai
ku.
sebab rasa yang membuih tak juga ditampi

dan hati yang belum lagi membatu
dilunakkan juga oleh rasa yang menerobos masuk.
peduli lah.

 

-Ade Surya Tawalapi-
Pekanbaru, 20 Juli 2014

Iklan

22 pemikiran pada “tetes demi tetes

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s