KAU ingat?
Bahkan sudah mutiara jatuh ke atas bantalnya,
Banjir sampai tak sanggup lagi dia mengapung ke atas limpahan air mata.
Begitu dia bahagia dengan cerita-cerita yang tertoreh setiap harinya.
Begitu dia percaya ada harap yang bersambut saat dia jatuh tak berdaya.

KAU ingat?
Bahkan dia merusak diri dengan berbagai cara,
Tak peduli ada muak terpancar di setiap wajah yang ditemuinya.
Begitu dia tak acuh dengan apa kata orang.
Begitu dia hanya memimirkan bagaimana menarik perhatian.

KAU ingat?
Bahkan dia menghilang!
Melarikan diri dengan berbagai cara.
Mutiara habis tenggelam di lautan duka.
Harapan lenyap bersama aroma sejuk Mahkota Senja.
Dia sadar diri. Untuk itulah dia memilih mati.

Tapi apa KAU ingat?
Bahkan masih kau yang ia cari.
Sampai tak lagi ia rasai, yang sepatutnya ia rasai.

Sekarang, apakah pergi yang kau harap dari langkahnya?

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 20 Agustus 2014
welcome to the new term! :’>

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s