Seketika, pulang-pulang, saya ingin menderita melankolia saja. Atau sudah? Ah, belumlah! Saya kan masih aktif bergerak. Paling tidak jingkrak-jingkrak dalam kotak segi empat ini masuk kategori “bergerak” kan? Hahaa…

Seketika, lagi, saya ingin menderita amnesia saja. Atau sudah? Ah, kalau yang ini saya agak ragu sudah atau belum. Saya sering mendadak lupa mau bicara apa, mau menuliskan apa. Hmm… mungkin ada istilah lain untuk penyakit ini? Hahaa….

Hei!! Saya kembali.

Ntah nanti akan kabur lagi.

Setahun sudah berlalu ya? Yah… Dua Nol Satu Empat sudah berlalu. Ntah meninggalkan atau ditinggalkan. Yang jelas, ada yang disisipkannya dalam ingatan. Saya menyebutnya kenangan. Ah, kenangan lagi!

Sekarang sudah di tahun yang kalau dihitung mundur ke tahun 2000 jaraknya sama dengan hitungan maju ke 2030. Iya kan? Ngitung beneran Yak! 2015. Tahun ganjil!! Tapi tidak semesternya… Semester yang ganjil itu sudah lewat. Dan cerita-cerita ganjilnya cuma bisa menyekat tenggorokan dan menjepit jari jemari sehingga tidak ada yang bisa tertuliskan dengan baik. Hanya yang absurd! Hanya yang tidak jelas maksudnya apa. Karena yang menulis bukan tangan yang bebas, bukan pikiran yang lepas. Tahun genap dan sisa semester yang ganjil itu, mengikat semuanya. Ah, De! Kau bicara apa sih? :’/

Melankolia.

Karena saya sedang berada dalam keadaan melankolis. Beberapa hari berhasil menemukan “diri”, lalu kemudian terlepas lagi karena terganggu urusan dadakan yang menyita saya dari rutinitas yang saya senangi. Sekarang seperti dimulai dari nol lagi. Dimulai dari awal lagi mencari si “diri” kemana. Jadinya sekarang, saya dilanda sedih yang tidak mengundang tangis habis-habisan!

Ah, begitu ya…. Waktu selalu lihai, meskipun saya sudah bergerak segesit-gesitnya gerakan untuk menghindar. Waktu tetap saja berhasil mengajak saya bermain. Bermain dengan ingatan-ingatan yang minta dilupakan, tapi tidak rasa dan suasananya. Ah… Waktu, kejamnya dikau!!

Pusing??

Iya, ini saya yang lagi pusing juga. Tidak….tidak… Ini saya yang sebenarnya! Hahhaa…

Dua nol satu lima…

Ceritanya saya tiba-tiba ingin kembali. Padahal saya selalu menghindar dan menolak untuk kembali. Tapi sekarang saya benar-benar ingin kembali. Karena ceritanya tidak sesuai harapan, tidak sesuai bayangan. Hmm.. atau ekspektasi saya terlalu berlebihan?

Ah, barangkali karena saya baru sadar, waktu yang ada selalu saya sia-siakan. Jadi…

Hei, De!! Waku kan? Masalahnya di waktu kan???
Kalau begitu kenapa……..?

Ah sudahlah!!

Haaaaahhh…. 😥

 

-Ade Surya Tawalapi-
Depok, 7 Januari 2015

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s