Durhaka.

Kau lupa bagaimana tertawa.

Kau abaikan rasa bahagia.

Kau tak pedulikan suka cita.

 

Yang kau ingat hanya tangis,

hanya luka yang mengiris,

dan dendam yang bengis,

dan dengki yang miris.

 

Sekarang kau sesal tak berujung.

Harimu kau isi dengan keluh menggunung.

Dan hatimu kian cekung,

Mengecilkan yang luas, menyempitkan yang besar.

 

Api sudah menyala. Kayu tinggal menunggu menjadi abu.

Sesal katanya tak ada guna. Mengelus dada hilangkan keluh, hanya buat tubuhku melepuh.

Keluh takkan sirna. Sudah mendarah daging dia. Menyatu dalam tubuh yang menunggu di makan waktu.

 

-Ade Surya Tawalapi-

Depok, 2 Maret 2015

Iklan

4 pemikiran pada “Keluh Melepuh

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s