Aku melihat Kak Kai di atas panggung itu. Dia memang sudah siap tampil dan siap menghipnotis kami. Di sini ada ribuan mata, yang jelas, belum mengenal dia. Dia pendatang baru. Namun karismanya begitu dahsyat. Baru saja namanya dipanggil, dipersilahkan naik ke atas panggung, gemuruh tepuk tangan menemani langkahnya hingga ke tengah panggung. Sesaat setelah itu, semua diam. Diam. Terpana. Bukan diam tak acuh. Ya. Kami terpana. Ribuan pasang mata para wanita, dan aku, dan ribuan pasang mata para lelaki. Semua. Tanpa terkecuali.

Dan dia menghidupkan panggung sebagai mana layaknya ‘bintang’. Cahayanya memantul ke sana kemari. Dan dia takkan pernah bisa kami lupakan. Takkan bisa kulupakan. Meski setelah itu dia tak kunjung menampakkan diri lagi. Penampilan pertama dan terakhirnya di panggung itu menyisakan sesuatu di hati kami. Ntah apa. Tapi bagiku, itu adalah mimpi.

 

Ade Surya Tawalapi,
Depok, 27 Mei 2015

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s