Mungkin ini terkait pada “diri” yang emang–yaaah… lagi dan lagi–sok hebat dan sok paling keren dan sok bisa semuamuanya sendiri. Padahal kan aslinya, ada banyak hal yang mendorong di belakang. Yang hal-hal itu semuanya udah ada yang ngatur. Dan sepatutnya, ketika kita berhasil melakukan lalalallalanya, ya nggak cuma bilang, “Weh! Gue bisa!”, tapi musti diikuti…….”Alhamdulillaaah.. Gue bisa! :’) ” *iya, musti ada emote, yang artinya ngomongnya juga pake senyum manis, bukan senyum sombong sampe ngakak! like what you did last night, Hei Manusia yang bernama Ade Surya Tawalapi! -____-

Udah dua kali loh ini kena tegur, hmmm.. bukan tegur, tapi diingetin sama teman. Harusnya sekali dibilangin itu langsung melekat, bukannya dibaca sampai mata doang, nggak direkam di otak!  #plakplakplak gebukin si Ade! Huh!

Ya, terus, kalo lupa masa eug yang digebukin T__T

Ya, terus, masa eug gebukin diri sendiri?! :@

Gembel -____- Lo kan gue. -_-!

Oke… abaikan percakapan nggak jelas, yang ntah antara siapa -___- hahahah

Jadi emang, intinya, saya merasa sangat amat bersalah. Sepertinya emang, semesta mulai menampakkan kepada saya sendiri betapa pembangkangnya saya, sampai-sampai pesan, nasihat, teguran dari orang lain dianggap lalu saja. Huh!

Padahal jarak antara teguran pertama dengan kesalahan yang sama selanjutnya itu nggak sampai berhari-hari. Hanya berjarak jam! Kan, emang kebangetan kan!

Woi! Jelasin dulu apa, kesalahannya apa :’)

Ya itu tadiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~ terkait bersyukur, bukan berbangga hati. ._. Yang seharunya pengakuan atas kebesaran-Nya dan bantuan-Nya, bukan membanggakan kehebatan diri sendiri. Toh nulis ini juga karena arahan dari-Nya kan? Yang mengirim seorang teman yang selalu mengingatkan! :’) Huft..

Oke, mari untuk selanjutnya kita ingat-ingat lagi. Semua yang kita lakukan, bukan karena kita mampu, hebat, bisa, pandai, pintar dll… Tapi karena izin dari-Nya. Dengan demikian, mari kita ucapkan Alhamdulillaahirabbil ‘alamiiin~ :’)

Terima kasih, Kak Nur Irawan (blognya keren looh, banyak nasihat-nasihatnya :’D Ayo mampir!), yang sudah menegur saya 2 kali. Jangan sampai lewat dari tiga… karena sepertinya itu udah bukan teguran, melainkan………………. ga tau mau ngisi apa ._.

-ast-
Pku, 150716

Iklan

3 pemikiran pada “3 Kali Masih Teguran Kan Ya?

  1. Hahaha… Gak gitu juga kali…
    Ya kebetulan pas inget aja, jadi ngingetin lagi. Ntar juga kembali ke aq pribadi kata “alhamdulillah” itu. Entah dari siapa yang negur aq kalo khilaf…
    Tapi makasih ya udah muji blog q yang pemula ini..

    Disukai oleh 1 orang

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s