Pertanyaan sejenis itu mulai sering bermunculan di hp saya sejak saya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman, yang bukan kampung saya sebenarnya #plak. Ya, sejak pulang ke Pekanbaru, saya ikut ngacak-ngacak sanggarnya Papa dan sering update ke sosial media soal kegiatan sanggar. Lalu, berdatanganlah pertanyaan-pertanyaan seperti itu, yang mempertanyakan apa sebenarnya Badano? atau apa yang  saya lakukan sebenarnya di kampung halaman?

Wajar sih, banyak yang nanya. Terutama teman-teman di daerah rantau saya dulu. Berhubung udah setahun nganggur kan, ya…. terus tiba-tiba saya memutuskan pulang gitu aja, nggak pakai nyebar berita dulu pula, ya nggak heran kalo mereka kepo, saya udah kerja? Kerja apa? Itu Badano apaan? Tawa kerja di Badano? Badano apaan? #lahnanyalagi

Yang pasti nggak menimbulkan tanya sampai ada yang mikir, “Tawa dijodohin, ya, makanya disuruh pulang?!” kaaaan :’) Asli kalo ada yang nanya begini, yang nanya minta dilempar bom atom banget -__-* Oke, mulai OOT. Maafkeun ._.

Nah, sampai mana tadi? ._.

Ah, ya… pertanyaan sebenarnya apa sih Badano dan saya ngapain sih pulang?

Jadi, saya awali dengan menjawab pertanyaan “ngapain sih pulang?”

Sebenarnya, niat mau pulang itu udah ada jauh sebelum saya ketemu yang namanya skripsi. Kalau nggak salah itu kepulangan saya tahun 2014. Waktu Badano lagi rame-ramenya sama kegiatan latihan malam yang seru dan bikin mupeng, bikin nggak mau balik ke Depok. Nah, sejak itu, saya bertekad apa pun yang terjadi, setelah lulus kuliah, saya akan pulang dan bantu Papa ngacak-ngacak sanggar!

Tapiiiiiiiiiiiiiiii… karena satu dan lain hal, kepulangan saya tertunda kurang lebih enam bulanan setelah upacara kelulusan. Sempat ragu untuk pulang (nggak mau LDR, nggak mauuu #plak), tapi akhirnya memutuskan untuk pulang juga, bertepatan dengan si Kakak dan si Sulung bikin proyek yang berpusat di rumah Jl. Pepaya itu. Lah! Gayung gue disambut, batin saya. Maka saya pun pulang, seolah ngekorin Kakak. Padahal emang udah mau pulang :’) #alibi #janganpercaya #Tawabacotdoang #inihashtagapaansih? -____-

Maka, bulan Maret pun tiba dan saya dan Kakak pun pulang. Si Kakak langsung sibuk dengan proyek SayuranKita-nya, saya pun sibuk gangguin anak-anak sanggar latihan untuk persiapan parade.

Nah, jelaskan? | APANYAA?? wkwkwkw kebiasaan nih, OOT kejauhan trus lupa intinya tulisannya apa. Pfft.

Ya, jelaslah, kenapa saya pulang? Ya mau ngacak-ngacak sanggar Papa, yang namanya Badano. Badano Arts Production.

Nah, sanggar ini didirikan Papa sejak 2013. Katanya diresmikan tanggal 12 Desember 2013 *cieee pas hari pernikahan, cieee… cuit cuiiit~ #plak xD Awalnya namanya Sanggar Seni Minang Badano, yang emang akarnya dari budaya Minang sih. Tapi kemudian berganti nama menjadi Badano Arts Production, karena ya inginnya nggak cuma sebagai tempat kumpul, tapi juga “menghasilkan”. Menghasilkan apa? Sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak :’) #tsaaaah

Lalu, kenapa “Badano”?

Karena Mama Papa orang Minang dan asli Pariaman.

Lah, terus? Hubungannya?

Yang orang Pariaman, pasti tau Badano apaan.

Jadi, Badano itu sendiri adalah nama sebuah guci besar yang ada di Masjid Sungai Rotan. Sejarahnya, guci tersebut ditemukan oleh masyarakat setempat dari galian aliran sungai, saat proses pembangunan Masjid Sungai Rotan. Guci tersebut ukurannya gueeeede buanget #lebay, sampai-sampai masyarakat yang nemuin kaget terus bersorak, “Oi… gadang badanyo…!”……badanyo…..badan…yo… badan….oooo.. badanoooo…… Nah, gitu lah kira-kira proses pembentukan namanya ._. wkwk

Berhubung Papa dan Mama asli dari Pariaman dan niatannya emang buat bikin sanggar Minang di tanah rantau Melayu, jadi nama sanggarnya ya beraliran Minang. Mama suka tiba-tiba gitu, pas lahiran saya tiba-tiba ingat daerah timur Indonesia, makanya saya dikasih nama Tawalapi. Nah, pas ngobrolin soal sanggar, Mama juga tiba-tiba ingat Masjid Sungai Rotan lengkap bersama Badano-nya. Maka, terpilihlah Badano sebagai nama untuk sanggar ini.

RUPANYA,

Badano itu sendiri punya makna filosofis, looh.. Jadi.. Guci Badano yang buesar itu, kemudian dijadikan tempat penampungan air wudhu’ di Masjid Sungai Rotan. Air yang ada di dalam guci Badano, katanya (dan saya udah merasakan sendiri), selalu sejuk dan mengalirkan kesegaran. Beuh! Kalo mandi pake itu………menggigil, boy! Dingin! Hahahha #krik #garing

Nah, karena ukuran Badano itu besar, dan air di dalamnya itu bikin segar, maka Mama Papa, sebagai pendiri sanggar menyimpan harapan kepada Badano Arts Production. Mereka berharap Badano Arts Production kelak menjadi besar sehingga mampu menampung lebih banyak seniman muda untuk berkarya. Badano Arts Production juga diharapkan dapat memberikan kesejukan, ketenangan dan kegembiraan kepada para penikmat seni dan musik tradisional. Dengan membawa nama “Badano”, sanggar PapaMama ini berusaha untuk kembali ke hakekat sanggar dan seni, bahwasanya “sanggar” adalah tempat berkumpul, sedangkan “seni” adalah hal yang dapat mempengaruhi orang lain dan menimbulkan perasaan senang dan bahagia. #azek

Yaps.. Jadi, jawaban dari pertanyaan “apa sih itu Badano” kelar kan?

Badano adalah keisengan yang penuh harapan, sebenarnya. Keisengan Papa Mama yang butuh hiburan dan kerjaan di rumah. Harapan yang menggiring Badano untuk tidak sekedar menjadi tempat nongkrong nggak jelas, tapi juga menjadi wadah untuk berkreasi. Dan, Alhamdulillaah, harapan Mama Papa sudah diniatkan anak-anaknya untuk direalisasikan dan dikembangkan :’) Bismillah ajalah ya.. Hahha..

Eh, tapiiii… setelah diacak-acak oleh saya, akhirnya Badano nggak lagi fokus pada seni Minang aja looh Hahhaa… Yaiyalah… orang namanya kita tinggal di tanah rantau kan, masa ngotot maunya budaya sendiri aja? Maka, dengan diaamiini oleh Mama Papa, Badano Arts Production pun mengembangkan sayap, membuka pintu selebar-lebarnya untuk mempelajari budaya di luar Minang. Yaps! Kalo saya sih targetnya Indonesia, hahah xD Tapi, untuk saat ini baru Minang dan Melayu. Jadi, di sanggar ini kami belajar tari dan musik Minang dan Melayu, pluuuuuuuuuuuuuus… insya Allaah, mempelajari sejarah dan hubungan kedua kebudayaan ini.

Jadi gitu. Saya pulang untuk Badano #azek. Dan Badano itu ada karena kami menyenangi seni #yeah! \^o^/

Hmm…. sepertinya ini dulu penjelasan seputar Badano. Ada banyak sih yang mau saya tulis, dari profil Badano secara resmi, yang pake visi misi, lalu profil anggota-anggota Badano, sampai curhatan seputar kegiatan-kegiatan Badano. InsyaAllaah, nanti-nanti tertuliskan semua. :’) Teror saya ya, biar saya tuliskan wkwkwk #plak

 

-ast-
Pku, 220716

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Badano? Apa sih itu?

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s