Sekarang hari apaaaaa??
Yak! Benaaaar… 100 untuk kamuu~ Hahah #datang-datang langsung ga jelas xD#

Yaps, hari ini hari Kamis, yang artinya, kemarin itu hari Rabu, yang artinya lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii….. kemarin itu hari perdana latihan di Badano~ Yeay! Setelah libur panjang sebulan lebih, akhirnya latihan lagi~ ūüėÄ

Tapi, latihan di hari pertama di “tahun ajaran baru” ini agak menyedihkan dan krik krik sih :’) Lah, yang datang muridnya doang… Guru dan pemusiknya masih pada berhalangan. Huhuhuu.. ūüė• Alhasil, karena teman-teman penarinya pada kreatif, mereka pun memulai latihan sendiri, mengulang-ngulang tari-tarian yang sudah pernah diajarkan sebelumnya. Saya? Jangan ditanya! Saya mah ngeracau doang sambil cekrek sana-sini. Hihihi xD

teman-teman penari berlatih tari piring, di pimpin Nadiani, Inur dan Suci (y) Keceeeeeee :’))

Ada tiga tari yang mereka ulang-ulang di malam yang nggak seheboh malam-malam latihan persiapan Parade–karena nggak ada cecowo yang bikin rame. Iya, cecowonya lebih rame dari cecewe :’)) Kangen ih. Tari Piring, Tari Pasambahan dan Tari Persembahan. Tari Pasambahan dan Persembahan adalah tari yang sama-sama ditujukan untuk menyambut tamu, bedanya satu tari Minang, satunya Melayu :p

Tari Pasambahan adalah salah satu tari tradisional Minangkabau yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tari ini biasanya ditampilkan oleh uni-uni nan rancak bana~ haha, yang berjumlah ganjil (paling kecil biasanya lima orang) dan uda-uda yang pandai basilek, sebagian juga ada yang membawa payung kebesaran (umumnya dua orang). Tari Pasambahan ditampilkan dalam acara-acara formal dan semi formal di ranah Minang, misalnya acara kepemerintahan, acara peresmian, dan acara pernikahan. Tari Pasambahan dimaksudkan untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang ke acara tersebut, sebagai ucapan selamat datang dan penghormatan kepada para tamu. Dalam acara pernikahan, Tari Pasambahan ditampilkan untuk menyambut mempelai pria dan rombongannya yang datang ke rumah mempelai wanita.

Badano berfoto sebelum menampilkan Tari Pasambahan di salah satu acara pernikahan ūüėÄ

Tari Pasambahan ditampilkan serangkaian dengan suguhan Daun Sirih. Dalam¬†acara-acara formal, Daun Sirih dalam¬†carano disuguhkan kepada para tamu penting, sebagai perwakilan tamu secara keseluruhan. Sementara dalam acara pernikahan, tamu-tamu dan rombongan diwakilkan oleh mempelai pria dan kedua orangtuanya. Oya,¬†carano¬†itu adalah wadah tempat menaruh Daun Sirih beserta teman-temannya…. Bentuknya kurang lebih seperti ini….

Isi dalam Carano. Rokok biasanya digunakan sebagai pengganti sirih, buat Pak-Bapak~ Hihihi

Nah, Tari Persembahan-nya Melayu tidak jauh beda dengan Tari Pasambahan ini. Tari Persembahan yang juga merupakan tari tradisional Indonesia ini berasal dari Melayu. Konon katanya, pertama kali berkembang di Bintan (baca di sini). Tari Persembahan juga dimaksudkan untuk menyambut para tamu dalam berbagai acara formal dan semi formal. Dari namanya “persembahan”, sudah jelas tari ini¬†ditujukan untuk mempersembahkan sesuatu. Dalam tari ini, dipersembahkan kehormatan kepada para tamu dengan menyuguhkan–lagi-lagi–daun sirih dan teman-temannya. Oleh sebab itu, dalam¬†kebudayaan Melayu, Tari Persembahan ini juga disebut Tari Makan Sirih. Sama halnya seperti Tari Pasambahan, tari ini ditampilkan di awal acara, sebelum acara dimulai, saat tamu-tamu penting baru datang. Tarian ini juga dibawakan oleh¬†gadis-gadis¬†cantik nan gemulai yang berjumlah ganjil (5-9 orang), salah satunya, sama seperti yang di adat Minang, membawa wadah berisi Daun Sirih. Dalam tari Persembahan juga ada pemuda-pemuda nan¬†gagah dan ganteng, yang bertugas membawa payung. Kalau di Tari Pasambahan wadah sirih disebut carano, maka di Tari Persembahan disebut¬†tepak sirih. Bantuknya? Begini….

 

Isi dan susunan dalam Tepak Sirih

Berbeda dengan dua tari sebelumnya, Tari Piring atau dikenal dengan sebutan Tari Piriang dalam bahasa Minang, merupakan tari tradisional yang dulu ditujukan sebagai ritual adat. Ritual adat yang dimaksud adalah ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas¬†hasil¬†panen yang melimpah ruah. Langsung pada¬†ngeh dong ya kenapa piring? Yaps! Piring menjadi simbol tempat menghidangkan “hasil panen yang melimpah ruah” tersebut. Dalam ritual tersebut, hasil panen yang berupa makanan dihidangkan¬†dalam piring, kemudian dibawa-bawa sembari melangkah dengan gerakan tertentu.

Tapiiiiiiiii… itu dulu~ Sekarang? Sudah tidak berlaku lagi, sejak ajaran Agama Islam masuk ke ranah Minang. Tari Piriang tidak lagi diperuntukkan untuk ritual adat, melainkan hanya sekedar hiburan semata.

Ketiga tari di atas adalah tari tradisional yang sudah mengalami pemekaran. Maksudnya, sudah dikreasikan sehingga ada banyak versi. Namun demikian, versi yang sudah dibakukan tetap dilestarikan. Biasanya, tarian asli ditampilkan dalam acara-acara resmi yang mengundang pemangku adat. Sementara tarian kreasi ditampilkan dalam acara-acara resmi seperti acara sekolah, acara kantor, dan acara pernikahan perkotaan (maksudnya, yang tidak 100% adat haha).

Nah, untuk bacaan luar soal ketiga tari ini, silakan kunjungi Rumah Seni FK Unand, Situs Resmi GoRiau, Riau Berbagi,  Asal-Usul Tari Piring, Sejarah Tari Piring, dan Situs Resmi Go Sumatera.

di sela-sela latihan, ngasi dulu ngisi baterai :v

Latihan perdana kemarin memang terasa sepi karena hanya dihadiri enam orang saja. Namun sangat menyenangkan, karena teman-teman kita tetap bersemangat latihan. Bagi yang sudah hapal gerakan, mengajari temannya yang belum hapal. Atau bersama-sama mengingat gerakan. Lucu, melihat mereka yang kebingungan kehilangan emak hahhaa. Tapi, benar-benar menyenangkan. :’)

Pertemuan kedua besok, akan seperti apa ya?? #seketikadegdegan #yangnulisemanglebay haha xD

Sekian laporan dari orang yang pengen banget nari tapi pemalu ini #halah xD
stay tune terus di BADANO untuk mendapatkan update-an terbaru~!

-ast-
Pku, 280716

Iklan

2 pemikiran pada “Perdana dan Mandiri

‚Ě£ Chit-Chat ‚Ě£

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s