malam semakin terasa singkat. ketika mata untuk sementara waktu menolak untuk bertemu mata-mata yang lain. sepi yang ia nanti. sunyi yang ingin ia hayati. kosong. dan gemerlap, yang hanya berani ia tatapi.

dan malam semakin terasa singkat. ketika mata untuk sementara waktu ingin melembapi diri. sepi yang ingin ia basahi. sunyi yang ingin ia banjiri. kosong. dan gemerlap, yang hanya berani ia isaki.

lalu malam larut semakin cepat. di saat mata menolak untuk merapat.

lalu malam habis secepat kilat. di saat mata tak lagi mampu tersenyum hangat.

-ast-
Pku, 130816

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s