aku mendapati tubuhku sendu di pagi hari.
memaksa tanganku kembali menarik selimut hangatku di dinginnya dini hari.
hampir saja ku dengar suara mu pagi ini,
tapi engganku hentikan di sepersekian detik semesta menggiring angin nada suaramu padaku.
ku tutup, dan kubungkami.

karena hanya akan menambah sendu hariku.
ketika kusadari merdu itu bukan untukku.
meski ingin sekali saja ku dengar suara itu,
tapi engganku hentikan langkah hati menerima angin yang membawa indah nadamu.
ku tutup, dan kubungkami.

tapi semesta selalu punya cara.
meski telinga ku sendat, hati ku sekat.
rupa mata masih tak mau merapat.

lalu indah mata itu,
menampar lembut bibir yang tak mau merekah.

lalu indah mata itu,
merangkaikan kata
yang mampu didengar telinga yang menuli,
hati yang memaksa mati.

yang membuat mata senduku, tersenyum lagi,

meski hanya sekali.

-ast-
Pku, 130816

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s