matalah yang menjatuhkanku.
lalu melambungkanku.

karena di matalah apa yang ingin kuketahui,
muncul, lalu bersinar.

tapi di mata jualah apa yang kutakuti,
tampak, lalu menerkam.

maka, Sayang…
sebenci apa, semuak apa, se-apa-pun kau pada mataku,
—yang kan selalu tampak oleh mataku,
aku takkan bisa mengalihkan mataku dari -mu.

karena dalam mata-mata itu,
harapku terbaca mata kosongku.
karena dalam mata-mata itu,
tenangku terasa mata takutku.

karena sepasang mata yang tersenyum itu,
yang selalu bisa menggenggam rapuh sayapku,
membilas lembut perih mataku.

-ast-
Pku, 130816

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s