Ni lagi kan, judulnya cam iya betoool hahhaa xD

Dua hari sudah berlalu sejak peluru ditembakkan :’) Maafkeun reporternya yang ga disiplin dan masih moody-an. Minta ditampol emang… :’) Tampol pake duit ya tapi #plak xD

Yak!

Saatnya laporan tentang apa yang telah terjadi pada Minggu, 14 Agustus 2016 lalu.

Hmm.. asli sebenarnya ini mau nulis pake bahasa baku, beneran kek laporan resmi. Tapi berhubung reporternya emang ngaco, jadinya maafkeun lagi-lagi ya kalo justru jadi curhatan. Soalnya kalo nunggu bahasanya bener, bisa seabad lagi nulis laporannya… ._. Huhuuu..

Nah, Minggu lalu adalah salah satu hari bersejarah bagi Badano Arts Production #azek. Karena, pada akhirnya sanggar yang belum seumur jagung ini memberanikan diri untuk show off! Yeeey 😀

Di pagi hari nan cerah bin adem enak buat molor itu, para #pejuang #badanoarts melangkahkan kaki ke lokasi CFD-nya anak Pekanbaru, Jl. Diponegoro. Bermodalkan 120 brosur panas, tiga srikandi Badano meluncur mencari mangsa.

Mulanya mereka masih malu dan takut-takut. Berhubung ketiganya belum pernah sama sekali nyebar brosur. Hahaha.. Jadi, para Srikandi ini memutuskan untuk mencari Arjuna-nya dulu, orang yang mendorong pencetus ide untuk merealisasikan ide main di CFD.

Setelah para Srikandi berjumpa Arjuna, barulah mereka bergerak. Sambil jalan-jalan liat lahan dan spot mantap buat dijadiin lokasi stand di CFD berikutnya, tiga srikandi yang lalu menjadi empat itu, menyebarkan peluru ke sesiapa yang mereka anggap memungkinkan untuk gabung :’) Dalam waktu kurang dari sejam, brosur pun habis. Sambil jalan juga sambil liatin aspal.. kali nemu brosur yang kececer #eh haha xD (dan emang ada wkwkwk)

setelah selesai menyebar brosur — Bang Juned, Shila, Rima dan Ainur

Aksi penyebaran brosur sesungguhnya bukan sekedar nyebarin peluru gitu aja sih. Tujuan utamanya si empunya ide adalah untuk “quality time”. Yak! Karena merasa masih kurang dekat dan berjarak dengan para anggota, berhubung si empunya ide ini tergolong orang lama yang baru (orang lama yang kenal sanggar, tapi baru ngacak-ngacak sekarang karena baru pulang #plak), maka saya #ehlahkesebut berpikir untuk ngajak teman-teman ini main bareng… Nah, kebetulan aja sekarang tahun ajaran baru di sanggar, maka kami pun sepakat quality timenya sambil nyebarin brosur mwehehehe…

Ini maaf banget loh, kalo bahasanya rada-rada yah.. Huhuhuu..

Nah, lanjuuut~

Acara main-main di hari nan bersejarah ini rupanya tidak terhenti sebatas brosur habis. Ketiga Srikandi yang berangkat ke lokasi perang pake kaki ini ternyata melanjutkan main-main ke Gramedia seusai perang. Jadi, di perjalanan pulang yang sudah pasti lewatin Gramedia, si empunya ide lagi-lagi mencetuskan ide buat singgah sebentar ke Gramedia. Dua Srikandi lainnya, dengan pasrah, ngikut.  Hahaa..

Di Gramedia, ketiganya berjalan ke rak peralatan sekolah.. Dua dari Srikandi ini sedang terobsesi dengan alat-alat lukis… Yang satu untuk memenuhi hasrat melukisnya, yang satu hasrat nge-lettering-nya hahaa. Yang satunya? Jadi kambing congek hahaha

Nggak dong…
Nggak ada yang boleh jadi kambing congek kalo lagi deket si empunya ide yang sok asik ini.

Jadi, sambil nyari-nyari, rupanya mereka sempat-sempatnya diskusi soal sanggar. Yang berdua itu curhatlah kepada si empunya ide, mereka ingin gimana, kesel karena apa, harapannya apa dan mikirin sama-sama gimana mengatasi kegundahgulanaan mereka di sanggar. Ntah gimana ceritanya, lalu mereka bertiga sepakat akan belajar make up, menjahit dan melukis. Dengan ini, mereka akan cari modal. Untuk diri sendiri dan untuk sanggar. Nah kan, mulai ngaco hahha..

Melihat gelagat yang ga jelas dari ketiga Srikandi ini, tatapan dari abang-abang penjaga memaksa ketiga Srikandi yang duduk lesehan seenak jidat di belakang rak, untuk berdiri lalu beranjak pergi. Heuu….

Sesampainya di basecamp, ketiga Srikandi ini nggak langsung bubar rupanya.. Mereka ngaso dulu di basecamp, ngobrol lagi sama Srikandi yang stay di basecamp soal bagaimana menyusun target dan mimpi, soal keberanian keluar sangkar, soal keinginan main-main ke alam untuk tafakur dan kembali pada “diri”, soal hal yang diinginkan dan akan diberikan ke Badano nantinya. Pluuus.. curhat soal beauty class juga sama pembina sanggar. Lalu? tiduran dan makan-makan hahaa..

Sudah? Ya belomlah! Masih ada agenda dinas malamnya #azek

Jadi, Minggu yang bersejarah ini bisa disebut Minggu Dinas-nya #pejuang #badanoarts. Kenapa? Karena dari pagi sampai malam kemana-mananya karena urusan Badano hahhaa

Yak, malamnya, ketiga Srikandi plus tiga Srikandi lainnya (#plak, Srikandi Srikandi.. sebut nama aja apa zzz -_- | suka suka sih yeee :p), diutus untuk menghadiri undangan dari Dinas Pariwisata yang menggelar acara puncak “Workshop Komposisi Musik”. Undangan ini memang hanya sebagai penonton, tapi tetap rasanya wajib datang karena salah satu pemusik Badano menjadi peserta workshop. Plus, karena dapat undangan resmi dari Dinas Pariwisata… Maka, nafsu keluar malam Srikandi yang kebanyakan ide itu (iya iya.. saya emang dalang dari semua itu, hasut para Srikandi biar mau pergi nonton mwehehee…) pun tersalurkan dengan baik :’)

The Srikandis — saya, Maisyaroh, Shila, Inur, Kak Ifah, Nadiani, Meri

Penutupan workshop diisi dengan penampilan para peserta workshop musik. Mereka menampilkan komposisi musik yang digarap hanya dalam waktu dua hari. Woaw… Keren! #applause Karya-karya tersebut nantinya juga akan ditampilkan dalam acara kenduri di lokasi yang sama, Anjungan Seni Idrus Tintin Pekanbaru, pada tanggal 18-20 Agustus 2016 (kalo nggak salah ingat hehe ._.) Yuk nonton yuuuk @,@ #plak hahaa..

Dan rupanya, penutupan workshop tersebut juga penutupan bagi petualangan Srikandi Badano  hari Minggu itu. Seusai penampilan keempat kelompok peserta, The Srikandis minus Maisyaroh, undur diri duluan, berhubung  besoknya tiga Srikandi harus sekolah, satunya kerja, duanya ngaso di rumah #plak

dan..

ampuni sayaa..

Tanpa editan, tanpa baca ulang.. Saya akhiri laporan di sini saja.

Eh iya, Alhamdulillah semua Srikandi pulang dengan selamat sampai rumah masing-masing hahaha xD

-ast-
Pku, 160816

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Perjalanan “The Srikandis of Badano”

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s