Siapa sangka, pembicaraan dan ide asal-asalan kami malam itu berbuah satu garapan tari sederhana yang mendapat respon baik yang membahagiakan dari para ahli :’)

Ide untuk unjuk gigi emang udah berlalulalang sejak berbulan-bulan yang lalu. Sejak saya kembali ke rumah. Sejak saya memerhatikan dengan mata kepala sendiri bagaimana Badano. Kalau Abang saya ngotot untuk mengisi “otak” Badano dulu, saya tetap merasa tampil juga penting. Untuk apresiasi diri. Karena kadang, dilihat lalu dikomentari orang secara langsung, baik-buruknya, juga bisa mengisi “otak” kita. Ya nggak sih?

Maka, dengan mengaamiini ide Abang saya, saya pun mencoba menyelam sambil minum air. Dengan perlahan, dan Insyaa Allaah pasti, mencari-cari apa yang bisa dijejalkan ke kami. Saya juga mencari cara agar Badano dikenal lagi. Karena sebelumnya sudah hampir dikenal, tapi lalu mereup lagi. Maka kami mencoba lagi dari awal. Mengepakkan sayap lebih kuat dan lebar. Mencari-cari merpati lain yang bersedia menemani merpati yang sudah ada di sini.

Ide gila muncul dengan target hanya empat Minggu. Yaps, ide gila sudah tercetus sejak sebulan lalu. Niatan mau unjuk-gigi-di-sana-itu sudah diutarakan jauh-jauh hari. Tapi ya gitu… banyak lalalallilili-nya, jadinya sempat mikir, “apa mungkin? apa sebaiknya latihan-latihan dulu aja? sambil nyari bahan-bahan diskusi?”

Tapi rupanya, cita nggak boleh disimpan sendirian. Senior saya pernah bilang, “Katakan! Katakan pada orang yang tepat.” Pe-er siih, nyari orang yang tepatnya kumaha? Hahaha…. Tapi rupanya lagi, nggak sekedar “katakan” saja, tapi juga belajar menyampaikan pendapat sampai orang ngerti. Nah, ini dia yang saya coba lakukan berhari-hari lamanya. Ide-gila-yang-rupanya-biasa-aja-wajar-aja ini akhirnya tersampaikan pada orang-orang yang tepat. Yang lalu mendorong saya, “Nah, ayo kita realisasikan!”

Dengan bantuan segala pihak, kaki kanan akhirnya melangkah. Brosur Badano lahir. Lalu kaki kiri pun menyusul: sebarin di CFD, bikin banner, spanduk, sebarin di media sosial. Done! Lalu?

Kaki kanan nggak mungkin dimundurin… Maka kami langkahkan lagi.. Perlahan…

Dan malam itu lah kaki kanan berhasil melangkah mantap.

Penari gregetan. Berdiri lalu mulai mengayunkan tangan dan kaki. “Nih, kak.. satu kali lapan udah dapat. Sambunglah!” Saya seperti disetrum melihat seorang dari mereka langsung bergerak begitu saja di depan mata saya. Saya masih belum percaya. Saya pikir mereka bercanda, ngeledek ide yang saya ceritakan.

Serius looh.. Nih ha, gerakannya..” ulangnya. Saya pun mulai memperhatikan. Oke! Batin saya. Saatnya melangkahkan kaki kiri!

Maka malam itu, Jumat, 19 Agustus 2016, kami mengundur jam pulang dan berkumpul lagi di pekarangan basecamp, mereka-reka gerakan. Mengayunkan kaki, tangan dan seluruh badan. Berpikir di tengah lelah yang sudah minta direbah.

Ya, udah.. Jadilah, tiga kali depalan sebagai pembukanya,” kata saya mengakhiri, lalu menyuruh mereka pulang karena malam sudah larut. Pukul 11 malam, sudah dua jam ngaret dari jadwal pulang.

Keesokan harinya rupanya kaki kanan masih ingin melangkah. Semesta mulai menunjukkan nadanya. Adik-adik yang sedang bersemangat lagi-lagi menyentrumkan semangat mereka ke saya. Malam yang direncanakan kami akan berkunjung ke sanggar kerabat atau rencana B: nonton kenduri musik di MTQ, justru berakhir di pekarangan basecamp lagi. Sambil bercengkrama dengan purnama, ngemil kentang-nggak-sehat-kata-mama, kami memutar otak lagi. Menggerakkan kaki dan tangan. Menertawai diri sendiri, lalu mengapresiasi diri sendiri. Bertepuk tanga, bahagia. Kesal! Hahaa.. Yaps.. Sabtu, 20 Agustus 2016, dengan nyaris tertumpah darah, 11 kali 8 gerakan berhasil kami kumpulkan.

Oke, cukup,” saya mengakhiri malam yang menyenangkan dan penuh gelora semangat itu. Minggu depan loh! batin saya. Takut… takut nggak jadi. Takut ini hanya mimpi.

Lagi-lagi, Semesta rupanya juga sedang bersemangat. Keesokan harinya ia menghantarkan pada kami 8 kali 8 gerakan lagi. Setelah sebelumnya menjalankan misi pertama: menyebarkan brosur. Yak.. Minggu, 21 Agustus 2016, dua misi terlaksanakan… Meski belum maksimal, setidaknya rencana kami bukan sekedar coretan di atas kertas dan angan. Brosur berhasil disebarkan dan gerakan tari berhasil ditambahkan.

Kek mana gerakannya? Bagus nih? Nanti ntah-apa-apa…” kata kami kepada kami sendiri. Pesimis. Takut jelek. Takut nggak jelas. Takut ini hanya mimpi.

Harus optimis dong!” seru seorang pelatih ke saya dua malam berikutnya ketika saya nggak sengaja curhat soal garapan tari. Angin segar berhembus lagi. Iya, ya… Nyuruh orang optimis bisa, lah sendirinya masih sering pesimis. Oke! Laksanakan!

Maka di sini saya sekarang. Dengan hati berbunga-bunga bahagia. Setelah malam sebelumnya saya menghubungi para ahli agar bersedia meluangkan waktu untuk melihat hasil keisengan kami. Mereka datang lengkap di Rabu malam ini. Langsung meminta kami untuk memperlihatkan “yang iseng-iseng” itu…

Ya udah, tinggal perhalus aja lagi. Sama sesuaikan sama musik.” 

Gerakannya dah keren, nih!”

“Konsepnya mantap.”

Penari mana yang nggak berbunga-bunga mendengar semua tanggapan itu? Jelas bahagia. Meski masih rada takut dan tak percaya diri, toh akhirnya kami semangat latihan lagi dan lagi sampai lupa waktu.

Nanti kita tampilkan semua. Musik, tari, vokal. Dah jadi tuh untuk sementara waktu.

See??

Siapa sangka, pembicaraan dan ide asal-asalan kami malam itu beranak-pinak membuahkan ide-ide lainnya? 

Yang seketika diaamiini malam ini. Di tes malam ini. Di mulai malam ini. Dan dilangkahkan malam ini.

Hei… siapa yang tak bahagia? Ketika Semesta membuka tangannya, mengalirkan semangat yang tak henti-hentinya…. :’)

Alhamdulillaah…

Bismillaah…

Yak! Sye~ma~ngat~ \^0^/ :*

-ast-
Pku, 250816

 

Iklan

2 pemikiran pada “Semangat Yang Mengalir

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s