Sejak aku mengetahui cara berlari tanpa harus merasakan sesak lagi, aku benar-benar mencintai lari. Di segala kesempatan, aku akan memacu kakiku. Berlari sambil melompat. Bahkan menari. Bahkan berteriak. Menikmati angin yang terbelai tubuhku yang berusaha menyamai mereka. Aku, terus saja dan terus berlari. Akan terus berlari.

Sejak aku mengetahui cara berlari, aku benar-benar menikmati lari. Di segala suasana, aku akan mencoba memacu kakiku. Berlari, meski tersengal. Berlari, meski terbatuk. Berlari dan berlari. Akan terus berlari.

Sejak aku mengetahui, aku benar-benar ingin lari. Dari segala hal. Dari segala hal!

Aku akan memacu kakiku. Secepat-cepatnya. Se ce pat ce pat nya!

Sampai aku lupa cara berhenti. Sampai aku tak tahu cara bernapas lagi.

Sejak aku……..

“Tunggu!”

“Bernapas dulu…”

-ast-
Pku, 260816

*maksa wkwk

Iklan

4 pemikiran pada “Katanya, “Bernapas dulu.”

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s