Memang ini rupanya yang tak bisa lepas dari rasa rinduku. Apalagi di saat kamu menghilang lagi dan lagi.

Hei, Kata…. mengapa melarikan diri?

Aku hanya mampu membayangkan saja sekarang. Membayangkan kakiku melangkah tanpa arah. Yang berujung pada pagar-pagar kecil yang memisah dunia sepiku ke tepian gelap belantara hutan kampus. Gelap meski berlampu. Sepi meski berisik. Tenang meski bergemuruh.

Hei, Kata…. apa denganku saja tidak cukup?

Menceritakan padaku kupikir bisa meredakan yang mencekat. Rupanya, sebagian otakku memang tak berfungsi. Tak mampu menjawab tanya yang dilontarkan hati dan bagian tubuh lain. Bertanya pada diri sendiri rupanya memang takkan ada habisnya.

Hei, Kata… apa harus berjalan malam dulu?

Kalau beramai, kau diam. Kalau sendiri pun kau terdiam. 

Ah, ya… kita hanya butuh satu. Butuh satu yang dua padanya siap. Siap mendengarkan, bahkan meski hanya isakan.

-ast-
Pku, 290816

Iklan

4 pemikiran pada “Menjajaki Langkah Menjelang Larut

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s