Maybe, he is not “the only one”, but I wish he knew he was ” the first”.
The first cat I kissed, then kissed and huged me back.
The first cat took a bath with me.
The first cat slept with me.
The first cat slept on my mother’s bed.
The first cat had so many documentations of his activities and stupidities.
The first cat didn’t care of “lidi pengusir kucing”; he was never afraid of it, precisely played with it 😂.
The first cat of the four came to my house in this spring–from March 2016 :’).
And the first cat of the four which goes to heaven :’)) 🐈❤😢 #RIPCicing#Cicing

Yang bikin kaget pagi ini.
Yang bikin terloncat dari tidur tak nyenyak; pertanda? Ntah… belakangan hati memang sedang teracak-acak.
Yang bikin marah pada diri sendiri–lagi!
Yang bikin ingin mencakar diri sendiri–lagi!
Yang bikin menuntut waktu sekali lagi!
Yang bikin ingin mundur berlangkah-langkah, berjam-jam sebelumnya.
Yang bikin air mata tak henti hingga detik ini.

Hei, mungkin ini berlebihan. Dan ya, kusadari ini berlebihan.
Tapi apa kau tau? Hal yang membuatmu berlaku berlebihan adalah karena kesalahan.
Ada salah yang tergores. Ada sesal. Ada….harap. Ada sesuatu yang ingin kau capai, ingin kau gapai, ingin kau…..hilangkan.
Dan rasa berlebihan ini memang muncul dari salah. Dari sesal. Dari yang sudah-sudah. Dari rasa sayang yang dibiarkan mengakari ketidakpercayaan.
Ah, ya, maaf. Aku ngelantur.

Jadi…
Dia sudah pergi.
Menyusul sahabatku yang baik hati.
Dia yang selalu tahu aku tak bisa sendiri,
Pergi selamanya meninggalkanku sendiri.

Ah, tidak..
Dia tak meninggalkanku sendiri.
Ada tiga temannya di sini.
Tapi, yang pertama datang memang tak bisa tergantikan.
Pertama di musim semi tahun ini.
Pertama yang pergi di musim gugur, juga di tahun ini.

Wah… semi dan gugur.
Dia datang di musim semi.
Di musim gugur ia pergi.
Cantik sekali.
Memang, Semesta selalu tahu apa yang akan terjadi.

Jadi….
Dia yang selalu muncul ketika mataku tak bisa kering,
Kini mungkin sedang memanggilku, memintaku tenang dan mengeringkan yang tak mau kering.
Dia yang selalu muncul mengalihkan rasa sakitku.
Kini mungkin sedang menatapku, berharap pikirku teralihkan dari sakit yang tiba-tiba memuncak lagi.

Aku si manusia.
Yang atas kepergiannya,
rasakan kosong, melebihi yang lain.

Ditinggal berulang kali, tak sesedih ini, rasaku.

Hei…. dia bukan satu-satunya yang pergi.
Tapi dia yang pertama membanjiri pipi.

Dia yang selalu bisa mengusap air mata.
Kini dia dalang tumpahnya si air mata.

Hei, Cing…
Kenapa pergi nggak bilang-bilang???

2016-05-18-07-50-52

2016-06-13-18-01-24

2016-07-13-11-28-17

13900199_10210384082947312_1218268291621051472_n

13925234_10210408494117576_7283731213408387524_n

14199287_10210561659226608_5687380431559992379_n
will be missing this favorite sleep pose:’)

-ast-
Pku, 110916
*sering bilang ke Cicing, kalo pas lagi mumet terus Cicing datang nyamperin. Sambil ngelus-ngelus Cicing, bilang, “kalo mau pergi, pergi aja Cing. Hush..hush…” Sekarang dia pergi beneran, mampus lo Taw! :'(((((((

Iklan

2 pemikiran pada ““The First”

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s