Anne, rupanya aku memang si keras kepala yang tidak peduli apa kata orang. Kalau A kataku, maka aku akan menjadi A… teruuuuuuuuss.. sampai aku muak sendiri. Nah, masalahnya, ketika aku kelak menjadi Z, setelah muak, apakah aku harus kembali ke A yang sudah kubenci? Apa sih?

Anne!
Masih setia mendengarkanku?
Hahaha.. ya ya ya… Kau pasti sudah menebak. Setiap kali namamu kusebut, sudah pasti ada kabut tebal yang sedang mengelilingiku. Bikin sesak. Bikin pedih mata. Tapi meski begitu, rasanya perlu menanyakannya, apa kau masih mau mendengarkanku?

Aku hampir bisa menguasai apa yang dulu kau suruh aku pelajari. Sekarang, rasanya aku lupa bagaimana untuk tidak melakukan itu. Karena, nyaris, Anne, nyaris setiap hari aku melakukannya sekarang. Sampai aku tak tahu, apakah ini baik untukku atau tidak.

Nah, Anne..
Malam ini, rasanya, menjadi apa yang katamu sebaiknya aku coba itu, bikin mataku pedih seperti aku sedang duduk di hadapan tunggu berapi. Yang asapnya mengepul, mengarah padaku. Karena, bohong. Semuanya terasa bohong. Dan itu membuatku sakit. Aku tak pernah tahu, seperti saat mataku tertutup asap itu, apa yang ada dibaliknya. Dibalik semua ceria yang menggema. Aku tak tahu bagaimana akhirnya.

Jadi, Anne…

Apa?

Ntahlah… Aku hanya ingin meracau. Capek?

-ast-
Pku, 210916

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s