Aku lupa diri.
dan lupa itu kau!

Sombongnya ku menantang.
rupanya kau menang.

Bahkan aku menolak mendengar angin berbisik. Sesombong itu aku.
merasa bisa merasa sanggup hadapi kau
seorang diri

Rupa Semesta berpihak padamu. Dan angin pilih peluk dirimu.
tinggalkan dingin padaku
bersama gelap dan hening dini hari.
Kemana kau?

Berjam-jam habis begitu saja.

dan aku benar-benar lupa diri.

Ingin menjadikanmu -ku,
justru aku terjatuh di kakimu.

Lalu pergi.
Kau tanpa menoleh lagi.

Sialan!

-ast-
Pku, 300916

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s