Ketika diam justru menumbuhkan banyak kata dan bahasa,menimbulkan banyak makna dan prasangka, diam tak lagi sekedar diam dalam tataran idea. Diam menjadi pintu untuk masuk ke dunia privat yang menolak berkompromi dengan hal-hal yang sementara. Karena diam menyuguhkan keabadian. Diam adalah gerak yang tak pernah diam. Diam menjadi titik akhir yang mengawali, atau titik awal yang mengakhiri. Diam adalah keharusan merampungkan yang belum selesai, menerima yang ada sebagai kecukupan yang sepantasnya.
-ast-
Pku, 011016

olahkata dari Fragmen: Peristiwa (GM, 2011: 5)

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s