Saat seujung jari cerita tentangmu
yang hanya kutahu,
Bercabang hingga kemana-mana,
berbuah kata-kata pelipur lara.

Bermodal canda yang mulai menghambar
kata-kata mulai kugambar.
Cara mendekatimu,
yang kutahu menyentuh hatimu.

Tapi itu hatimu di dunia khayal,
dan kamu yang di dunia para peramal.

Nyatanya, aku masih bertanya-tanya,
adakah bisa nanti aku berkata?
Saat matamu menuntut cinta.

Masalahnya, adakah itu akan terjadi?
Karena masa itu sudah penuh dengan asumsi,
yang menjadikan rasanya cepat basi.

Ceritamu yang hanya seujung jari,
justru seakan tak akan pernah utuh menjadi lengan.
Yang kelak bisa kugenggam,
Yang ntah nanti bisa membawaku ke dalam pelukan.

Tapi kata-kata itu, Sayang,
ada
memang untukmu.

-ast-
Pku, 031016

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s