Mungkin begini:ketika membaca, seseorang sedang beusaha menemui kata, mencumbunya, lalu menguasainya. Sementara saat diam, seseorang yang sudah memiliki kata-kata, mulai mencoba untuk menemukan kata baru dan lalu menemuinya, dan –seperti sebelumnya– mencumbu dan menguasainya. Tapi, pada dasarnya, kata-kata itu sendiri tidak pernah benar-benar bisa dimiliki… Ia seperti memainkan perannya sebagai peristiwa dan pemantra, yang terbunyi dan terimaji. Terbunyi sehingga orang-orang tertarik padanya, dan terimaji sehingga orang-orang tidak bisa melupakannya.

 

Seperti kamu. Iya, kamu.. :”
-ast-
Pku, 031016

olahkata dari Fragmen: Peristiwa (GM, 2011: 5-14)

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s