Perihal ketidaktahuanmu soal perubahan hatiku.

Hariku memburuk, kau tahu? Ada saja yang membuatku muak. Kesalku tak bisa terlampiaskan lepas. Hanya padamu semua bebas. Maka maafkan aku, bom waktu itu memilih meledak di hadapanmu. Di depanmu. Di antara kita.

Perihal ketidaktahuanmu soal hal-hal yang memenuhi kepalaku.

Ketika aku memilih membenci keadaan ini, Sayang. Seketika semakin banyak hal yang terpikirkan. Ini dia! Aku lelah memikirkan banyak hal dalam sekali waktu. Aku ingin menjadi sepertimu. Memikirkan hal di tempat dan saat yang tepat. Maka maafkan aku, ledakan itu memilih mengerang di hadapanmu. Di depanmu. Di antara kita.

Dan perihal maaf yang tak pernah ku suka.
perihal maaf yang melulu ku kata.
perihal maaf yang menjadi alasan maaf lainnya.
perihal maaf yang kadang muncul tanpa alasan.
perihal maaf yang tak mampu kau rapalkan.
perihal maaf yang tak seharusnya kau ucapkan,

Maaf, Sayang,
Maafkan aku, Sayang.

-ast-
Pku, 081016
*”suka yanga mana?” tanyamu. “ini,” batinku.

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s