Ada satu orang lagi yang seperti ditakdirkan Semesta untuk hadir dengan segala kesiapan mendengar laporan penting-gapenting dari saya. Sama seperti yang sebelum-sebelumnya sempat saya ceritakan atau saya sebut sedikit di blog ini, kami seperti memiliki koneksi tak kasat mata, yang di saat saya butuh mereka, mereka muncul dengan sendirinya. Sebaliknya, mereka butuh, saya…………..ilang #plak ya nggak laah wkwkw.. Insya Allaah juga akan selalu ada :”

Bunda.

Saya memanggilnya. Sejauh yang saya ingat, sebutan itu muncul di masa-masa saya mulai aktif di kampus, saat saya ikut sebuah kegiatan ntah-legal-ntah-tidak-nya sebuah kelompok mahasiswa BM. Tapi saya lupa pastinya, apakah sebutan itu muncul sebelum dia jadian sama si ayah, atau sesudah itu. Haha.

Seperti biasa, setiap saya bertemu perempuan yang kelak akan jadi sangat dekat, kesan pertama selalu, “susah nih keknya nyambungnya.” Beda hal kalau ketemunya di dumay dulu. Saya bertemu Bunda langsung face-to-face di kantin asrama kampus, saat rapat kegiatan itu. Tidak langsung ngobrol, ntah hari ke berapa saya baru bisa ngobrol dengannya. Hanya saja, sejak bisa ngobrol, selamanya terus ngobrol, ntah ngobrolin apa juga tetap aja, ngobrol! #apasih

Bunda.

Katanya sudah “kenal” saya sejak jaman MABA, berkat keributan saya di grup MUI ChitChat 2011 bareng Abah dkk. Dan dia mengakui kalau dia sudah “mengikuti” persoalan hati saya sejak saat itu. Dia tahu soal lalalallili saya sama anak sebelah, tentang patah hatinya, tentang berbunga laginya, patah lagi, daaaaaaaaaaaan gitu aja terus sampe mabok Taw -__- wkwkw. Iya, Bunda rupanya sejenis dengan saya, sadar ga sadar, dia juga stalker sejati rupanya :” hahhaa

Sementara saya? Beneran sumpah deh baru tau Bunda sejak ikut kegiatan yang selalu kami coba lupakan itu. Nggak sadar rupanya kami sudah temenan di fb sejak lama. Haha :”

Bunda…
Alumni UI Jurusan……..mati! lupa ._. jurusan apa yak? wkwkw.. Hmm.. Keperawatan yak? Eh, ILMU GIZI! Hahaha (Iya kan, Bun?) :” Yaps, Bunda alumni Ilmu Gizi UI 2015, wisudanya berbarengan dengan saya, tapi ga ada bukti otentiknya berhubung… eh ada deng keknya 😐 Eh, ada ga sih, Bun?? (anak durhaka semuanya dilupain soal Bunda-nya wkkww piss ._. Tapi keknya ada deh, yang waktu itu foto ramean sama ayah, dkk :/) Ya gitulah ya pokoknya… Berkaitan dengan latar belakang pendidikannya inilah, Bunda juga menjadi konsultan gratis untuk soal kesehatan saya, meski dia ga pernah berhasil untuk membuat saya jadi anti-begadang, berhubung doi juga kalong wkwkw xD Tapi kalo untuk urusan makanan sehat-ga sehat, cara makan-minum lalallalililinya, Bunda selalu top markotop untuk ditanya-tanya. Jago! Dan, ntah kenapa lebih percaya apa kata Bunda soal itu semua ketimbang baca artikel di fb #plak Hahaha :”

Sama Bunda juga saya punya “geng”, Bolangers namanya. Sebenarnya ini geng yang ga sengaja terbentuk sebagai akibat menjadi panitia di kegiatan itu. Kami yang merasa terzalimi, dan merasa senasib sepenanggungan, yang akhirnya sering menghabiskan waktu bersama-sama dengan seenak jidat saya sebut Bolangers. Padahal ngebolangnya cuma ke KFC doang pas malam-malam sekali seminggu. Itu pun ga rutin wkwkw. -_-a Ya, pernah sih, yang agak jauhan dikit, main ke Puncak, main ke salah satu anggota Bolangers, main ke Bekasi, main ke Taman Bunga Cipanas. Trus? Ya udah, gitu doang… Bukan Bolangers yang mainnya ke gunung atau pantai berhubung “roda”-nya ga doyan main ke alam #pfft.

Bunda yaaa.. Iya, Bunda. Meski–lagi-lagi, seperti Abah–usianya lebih kecil dari anaknya, dia boleh dikatakan lebih dewasa. Lebih bisa menangani anaknya yang manja dan tukang ngambek ini. Yang juga paling gampang ambruk kalo udah bicara soal hati…………………………..

Ini dia sebab-musabab saya menulis soal Bunda, perempuan dengan nama lengkap Lulu Octaviani ini.

Soal hati!

2 Oktober 2016 lalu, Bunda seketika muncul di wa tanpa ada hal penting yang musti dibahas. Dia nongol hanya untuk komentarin soal foto wa saya yang mirip chara sebuah anime–yang sejak kapan tau doi nyuruh saya tonton anime itu karena katanya bagus. Dan tanpa dia sadari mungkin, di saat yang bersamaan, saya juga baru mau nge-chat dia buat bahas soal hati. Ada yang habis main api, kesiram minyak, trus kebakaran deh. Hahaha.. :”

Bunda itu juga teman curhat yang nggak bosenin. Kalo udah capek sama bahasan yang itu lagi itu lagi, paling doi ngatain secara blak-blakan aja, trus udah, curhatannya jadi guyonan buat ngetawain diri sendiri. Hahaa.. Bunda juga teman ghibah, sekaligus teman untuk melakukan hal-hal positif (bentar, hal positif apa ya Bun yang pernah kita lakukan? wkwkwk). Kalo untuk urusan komentarin orang lain, paling seru kalo sama Bunda. Hahaha.. Mau itu komentar manis maupun pedas. Haha :” Bunda juga teman yang enak buat diskusi soal hal-hal serius. Hmm.. contohnya, soal… hmm… ya banyaklah! Ah iya! Sempat bahas soal kanker serviks loh sama Bunda. Ini serius kan? wkwkwk

Lucunya, beda sama “penolong-penolong” saya yang lain, sama Bunda nggak punya foto berdua selain pas di Taman Bunga Cipanas. Asli deh, saya sendiri bingung, kok bisa nggak ada foto ama doi ya? Padahal padahal…emang jarang ketemu muka sih. Tiap ketemu udah keasikan duluan sama komentar-komentarin hal-hal di luar dunia foto-foto hahaha.

Kalau kata Bunda,

“Otak kita kayanya sama speknya, terdiri atas sel-sel out of topic, disongkong jaringan bodo amat, dilindungi cairan suka protes, ditutup tulang begadang tiap hari.”
– Bunda Lulu Octaviani, 2016 –

Yaps, itu yang dilihat Bunda sola kami, dan itu yang saya aamiini soal hubungan anak-bunda ini hahahha xD #apaan

-ast-
Pku, 091016

Iklan

Satu pemikiran pada “Bunda

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s