Ke sini sebentar, Sayang. Mendekat padaku.
Biarkan aku melihat ke dalam bola matamu. Melihat apa yang benar-benar ingin kulihat: masa depan.
Biarkan aku menemukan apa yang ingin kudapatkan: harapan.
Biarkan aku menyimpan mimpi: memiliki tatapan itu hanya untukku. Selamanya.
Sebentar saja, Sayang. Mendekatlah kemari.
Biarkan aku merasakan detak jantungku saat menatapmu. Adakah gundah, adakah resah?
Biarkan aku merasakan cemas saat menemukan makna di kedua bola berwarna syahdu itu. Adakah luka, adakah nestapa?
Biarkan aku merasakan mimpi: menyelam ke dalam hangat duniamu. Menyatu denganmu.
Kemarilah,
Sementara hujan menghentikan waktu, mendekatkan jarak.
Kemarilah.
Biarkan matamu melawan tatap mataku. Biarkan mereka bertemu.
Karena ada hati yang merasa tenang,
membersamai sendu mata yang penuh cinta.
Paling tidak itu kata mataku.
Yang mengirimkan harapnya padaku.
Agar bisa terus menatapmu,
bahkan ketika hujan malam ini mereda,
dan menolak untuk turun lagi.

-ast-
Pku, 111016

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s