Merutinkan diri untuk terus evaluasi diri rupanya nggak gampang, yah? Memperbaikinya apalagi.. (Emang apa sih, De, yang gampang buat lu? | Makan, tidur, inetan :p #plak). Setelah evaluasi harusnya jadi lebih baik dari sebelumnya. Tapi yang ada, kadang  malah makin nggak jelas. Heuu :’3

Terakhir kali evaluasi diri di akhir tahun itu tahun 2013. Di “masa” yang sama seperti saat ini, tiga tahun setelahnya, saat-saat naluri menulis sedang di ujung akhir hayat. Mau ditulis banyak kali pun cingkonek-nya. Pakai acara stuck-lah, inilah, itulah zzz -_-a Dan keknya ini penyakit tiap tahun #yhhaa.. -_-a

Well, tahun ini judulnya emang pelarian. Melarikan diri kemana-mana mulu. Bukan, bukan pelarian yang itu, yang kerjanya hepi-hepian di gunung, hutan, atau pantai. Tapi pelarian dari hiruk pikuk padatnya kota Jakarta, Depok, Bogor dan sekitarnya! Hwahahaha.. akhirnyaaaa… :”

Sooo… ada apa saja di tahun yang sebenarnya biasa-biasa tapi ingin dijadikan luar biasa ini? Yuk mari kita flashback di facebook~

Januari 2016

Diawali dengan pendakian setahun! Literally a year: dari 2015-2016. 31 Desember-1 Januari maksudnya :” Hahaa. Menjejak Guntur bersama penduduk “Everyday is Holiday” yang mendadak muncul setelah pendakian Papandayan di pertengahan 2015. Pendakian yang nekat, tanpa persiapan, dan kekurangan minum, untung malam meski kekurangan cahaya. Tapi asli, itu nekat, berhubung siangnya baru aja ada pendaki yang kembali pada-Nya karena tertimpa batu. Dan lokasi kejadian, persis di sisi sebelah…. kiri apa kanan kami gitu, lupa. Ya gitulah pokoknya.

Tidak ada hal menarik sepertinya di Januari ini. Selain mancilok-makan-cirik-lalok-, kerjaan saya cuma ngomel-ngomel karena tetangga yang kurang bersahabat (atau sayanya yang nggak bersahabat ya? Aukah!) dan online, itupun sambil engap-engapan berhubung tinggalnya di ujung dunia yang sinyal t*i ilang timbul ilang timbul. Alhasil, waktu hanya dihabiskan untuk nonton Usui-sama dan ceritanya yang nggantung itu. Zzz..

Ah ya, akhir Januari ditutup dengan jalan-jalan kee…..Pemalang. Seorang teman dari si Kakak melaksanakan upacara kenaikan kelas alias nikah, dan ini menjadi ajang pelarian. Singgah sabanta ke pantainya yang… adem sih.. tapi sayang.. huhuhuu.. kotor :’3

Februari 2016

Adalah penentuan. Kaki mau dilangkahkan kemana? Hasilnya bulat: balik kandang! Yeah! Packing-packing pun dimulai, disertai ambeg-ambegan sama Kakak yang maunya packing pagi, sementara adeknya yang susah bangun pagi mintanya kalo ga siang ya malam aja. Alhasil betekak alias becakak alias adu gertak gigi sampai ujung-ujungnya si adek memenangkan perlombaan “siapa yang paling lama ngambeg”. Mweheheehhe #plak malah bangga. Ya, yang packing kakak sendiri. Adeknya? Bantuin.. seadanya… sambil ketawa liat muka kakak yang minta disetrika :”

Maret 2016

Kabur! Kabur dari teman-teman di Jabodetabek. Pulang nggak bilang-bilang. Hyahahaha.. Nggak tau alasan pastinya kenapa saya begitu. Pokoknya, sebisa mungkin diam dan nggak ngasih tau siapa pun. Hmm.. mungkin karena males ditanya, “Yaaah, kok pulang?” Kepo aja sih -_- #plak.

20 Maret 2016 resmi menjadi anak Pekanbaru lagi. Langsung jadi anak rumah tangga yang berbakti pada orang tua. Target jadi anak baik: menjelang kakak pulang. Habis itu, balik jadi makhluk nokturnal lagi hwahaha.

Pulang-pulang disuguhi anak-anak Badano yang lagi rajin latihan. Bahagia dan kepengen ikutan joget-joget. Tapi berhubung nggak dibolehin papa, jadinya ngeliat sambil gratil ganggu sana sini. Hihii..

April 2016

Kakak pulang. Bebas kerja rumah tangga. Yeeeeeeeeeah siapa bilang?! -_- Bagi tugas dengan sendirinya. Soal luar rumah kerjaan Kakak, dalam adeknya. Meski adeknya banyakan tidurnya sih daripada bebersihnya. Wkwk..

Fokus ngegaduh di Badano juga. Hari H Parade Tari 2016 Pekanbaru semakin dekat.  Dari otak-atik profil Badano, proposal sampe penarinya pun ikut digratakin (ini bahasa apa sih -_-a). Greget. Greget lah pokoknyaa -_- Konflik nggak bisa dihindari. Sibuk ini itu, yang lain merasa terbengkalai. Sibuk ke sana kemari, yang lain merasa dilangkahi. Aukah lap. Dasar manusia! (lah, kenapa jadi ngomel?)

Mei 2016

Hilang satu tumbuh seribu. Alat rusak, masih bisa cari yang baru. Yeay! 18 Mei 2016 Badano cetak prestasi lagi. Meski sebenarnya nggak sesuai ekspektasi, tapi jadilah. Juara 3 Parade Tari tingkat kota itu lumayan daripada lumanyun.

Kesibukan di Badano berlanjut ke latihan untuk anak-anak SDN 114 Pekanbaru. Persiapan untuk acara perpisahan. Saya yang nggak bisa apa-apa ini dipercaya dedek-dedek unyu untuk jadi mentor mereka selagi pelatih berhalangan hadir. Seru juga rupanya. Lelahlelah sedap gimana gitu. Haha..

Kesibukan bulan Mei berganti ke persiapan menyambut Ramadhan. Sebenarnya ga sibuk apa-apa sih untuk menyambut Ramadhan. Cuma gegayaan aja sok sibuk.

Juni 2016

Mulai mengetuk pintu rumah, mengambil tongkat ajaib dan taraaa.. mengubahnya menjadi sekotak kecil berisi catatan harian. Yaps.. setelah berbulan-bulan menghilang dari dunia blog, Juni ini saya memutuskan untuk kembali. Awalnya demi Badano. Sesuai petuah dan ajaran Abang Ketiga, semua harus dimulai dari menulis. Maka, tangan mulai dilatih lagi (meskipun sampai detik ini sama aja nggak ada perubahan -_-). Lama-lama, blog kembali pada hakikat awalnya: tempat curhat, ngeracau dan ntah-lah-apa-nama-tulisannya Zzz…

Marhaban ya Ramadhan. Nggak ada lagi yang namanya Ramadhan mudik, karena emang udah di rumah haha.. Hawanya juga nggak manja kek tahun-tahun sebelumnya yang minta ini itu buat menu buka puasa. Pasrah. Yang penting ada air jahe hangat dan air putih plus pisang. Semua aman! Tapi, si Kakak emang udah cocok banget jadi emak rumah tangga, paling pantang nggak ada takjil di atas meja. Nggak ada duit buat beli cemilan enak, mending bikin sendiri, sekalipun scootel mie atau tahu lagi dan lagi. Hahaha :”

Hmm.. Kembali belajar memenej uang  orang, merencanakan dan melaksanakan event bertiga sama Kakak dan Abang Kedua. Rupanya untuk fokus itu susah yaa.. Apalagi kumpulnya sama orang kebanyakan ide dan sesama sulit fokus. Buyyaaarrrrzzz..

Oya, yang indah di awal terkadang berakhir menyeramkan. Eh tapi, kalau masih bernapas, berarti belum akhir kan? Haha.

Juli 2016

Selamat  kembali ke fitrah! Dendam kesumat mengalahkan indahnya hari nan fitri. Tapi bodo amat. Masih bisa tidur dengan nyenyak ini. Dasar, Ade egois! #plakplakplakplaak!

Sandiwara di mulai. Seolah semua baik-baik saja. Eh, tapi emang baik-baik aja sih. Nggak ada yang mati bunuh diri ini. Hohohoo.. Tiba-tiba begitu mencintai pekerjaan menyetrika pakaian. Ini sih udah sejak pulang ke Pekanbaru sih. Tapi, sumpah enak aja nyetrika, sambil dengerin musik.

Dapat teman begadang yang selalu kalah tiap tanding siapa yang paling lama bertahan melek. Hwahahah. Badano juga mulai aktif lagi setelah sebulan Ramadhan divakumkan. Heuuu..

Bulan bebas, terbebaskan, membebaskan, dan dibebaskan! Meski sebenarnya nggak bebas-bebas amat sih. Cuma ya, kalau di jiwanya udah merasa bebas, orang mau ngehalangin kek apa juga, ya akan tetap… I feel free~

Oya, satu lagi, hidup itu gampang. Di bawa enjoy aja. Sedih mah dinikmati, bukan dihayati. Ya kan ya kan?

Agustus 2016

Akhirnya tiba di masa benar-benar ingin melarikan diri. Tapi, ga punya keberanian #yhaa…

Pertama kali seumur hidup NOLAK diajak ke MINANG SOTO!! Argh! Ade bego -_- Tapi namanya muak dan gengsi bersatu, mau diapain lagi Haha.. Mending nikmati seharian di rumah sendiri kan? Berasa kek di kosan. Nyanyi teriak-teriak juga ga ada yang peduli. Hohohoo..

Mumet Badano dimulaaai~ Mau ini itu, rupanya nggak segampang hmm.. memikat hati kamu :3 #plak Yaps, rencana demi rencana, ide demi ide, leleh begitu saja, lalu menguap. Habis. Ntah apa kabarnya. Ya udah lah yaa.. Ntar-ntar aja diurusin lagi #plak

Yang penting, masih ada tempat untuk lari dari ketakutan. Meski sesaat, dan justru kadang bikin nyeri juga, tapi yang penting masih bisa ketawa!

Sahabat sejak SMP pergi. But she’ll always be in my heart. :” Tenang di sana, Chy.

September 2016

Angin segar berhembus! Sumpah.. bulan ini seperti hidayah. #halah #lebay.

Setelah sebelumnya nangis darah lagi karena kehilangan–kucing kesayangan pergi mendadak nggak bilang-bilang, huhuuu :'(–rupanya ada cahaya yang nunggu di depan. Hihii.. Rencana Tuhan memang selalu indah. Meski di saat-saat terpuruk dan terburuk suka menepis keindahan rencana-Nya, sekarang akhirnya tersadarkan sendiri: selama nggak lupa diri, selama nggak sok jadi tuhan, selama masih ingat siapa yang Berkuasa, semua akan indah… serius. pada waktunya!

Nggak pernah nyesal dipaksa pergi ke Kenduri Puisi. Karena dapat banyak hal; perbaikan diri, pengalaman, cerita, ilmu, link, dan…. kamu #eaaapaan. hahaa.. Sejak saat itu, mama papa emang harus siap menerima kenyataan bahwa anak gadis mereka–dua-duanya– bakal sering keluar rumah! Hahaa..

Yang sebelumnya rusak, ternyata masih bisa diperbaiki. Baguslah. Huft :”

Halo, Malam Puisi! Setelah mengidam-idamkan kamu sejak nonton AADC jaman SD, akhirnya kesampaian ikut, melihat dan merasakan sendiri suasana malam puisi itu seperti apa. Ketagihan? tentu. Selain emang ketemu orang-orang mengagumkan, malam puisi jadi alasan keluar malam sampe malam! #plak hwahahahha xD

Oya, ternyata hidup ini soal mempertahankan posisi: mempertahankan orang atau diri sendiri. Kalau orang nggak mau mempertahankan dirinya, ngapain cape-capein diri mempertahankan dia? Berlaku untuk segala hal, segala bidang, segala apa pun! Pun siapa pun!

Oktober 2016

Cerita ceria baru dimulai. Terkagum-kagum dengan banyak orang hebat yang perlahan muncul ke permukaan Pekanbaru. “Wiih.. ruapanya anak-anak Pekanbaru kece-kece juga ya!” Dan mereka yang kece-kece itu rupanya saling kenal. A kenal B, B kenal C, eh si C rupanya kenal A juga. Ah.. Pekanbaru sempit! #plak Tapi seru :” karena ada kamu… #yhaahahha

Oke.. Oktober yaa.. hmm..penjajakan lah. Mulai mencari cara untuk mendekati orang-orang hebat. Bukan demi apa-apa selain ilmu dan pengalaman…..oke.. apa-apa sih.. biar bisa sering jalan-jalan #plak.

Nongkrong malam bareng Malam Puisi Pekanbaru lagi, ikut kelas menulis puisi dari KongkowNulis dan Malam Puisi Pekanbaru, daaan.. jadi pembimbing tak resmi skripsi anak orang. Bahagia itu sesederhana mutar otak untuk merangkai kata-kata ilmiah lagi. Tapi, sama halnya bahagia, muak itu juga sederhana, sesederhana gagal menemukan kata-kata untuk bikin tulisan ilmiah. Hahaha..

Well…sekali menyelam minum air. Sambil ngisi otak, hatinya juga. Hwahaha.. yang kosong rupanya minta diisi juga akhirnya. “LEMAH!” – Bunda, 2016. Pfft.

November 2016

Did the same mistake. But it’s okay… Lawannya nggak goblok kek dulu soalnya. Jadi.. yahaha.. diajarin gimana caranya mengatur emosi sendiri. Hasilnya? Hmm.. Belum tau sih. Belum sampai setahun, percobaannya belum bisa dikatakan berhasil, kalo kata Abang Ketiga. Huft!

Jalan-jalan lagi.. yeay! Akhirnya menemukan taburan bintang dan sinar rembulan di kota yang nyaris berawan melulu tiap malam. Sekalinya tak berawan, bintangnya tetap ga keliatan karena terang kota udah nyama-nyamain terangnya ibukota. Zzz..

Bulan penuh pelajaran dan ajaran dan teguran. Yaah.. meski diselingi rasa-rasa tak enak akibat hilang-menghilang hasil sidang akhir perang batin orang-orang. #apasih. Gitu deh.. Ada yang datang, ada yang hilang. Selalu kan?

Makin sering keluar, untuk belajar atau sekedar nongkrong kabur dari es-o-pe.

Eh, Badano? Jangan tanyak! Huhuhuu :’3

Desember 2016

Bulan sibuk! Sesibuk pikiranku yang tak henti memikirkanmu. #lalalaa

Terselenggara dua acara sekaligus, di weekend dua minggu berturut-turut: Kenduri Puisi V dan Gathering Camp River Ambassador. Dua-duanya, jalan-jalaaaaaaaan~ (taunya jalan-jalannya doang -_-a) Siapa bilang?! Ada yang didapat tauuu… soal tanggung jawab dan kekonsistenan diri. Daan… belajar fokus. Belajar bagi waktu. Belajar…. nulis lagi. Yeeeeaaay ._.

Desember. Pelarian menuju duaempat emang nggak mulus. Banyak batu, jurang, duri-duri, apalah yang serem-serem gitu. Tapi, ga sedikit juga yang indah-indahnya. Yang paling indah itu adalah akhirnya sadar bahwa,

Masa lalu penting, untuk jadi pelajaran, bukan untuk memenuhi ingatan. Tapi, sepenting-pentingnya masa lalu, masih lebih pentingan yang sekarang, masa kini. Yang menentukan bahagia hari ini, ya saat ini. Untuk masa yang akan datang, itu urusan nanti. Biarkan dia di depan sana menikmati hari-hari penuh misteri.

yeay! Ade sok bijaaaak~ Hahaha :”

Well.. duabelas bulan sudah terlewati. Setahun usia udah habis terpakai lagi. Sekarang? Ya.. belajar lah jadi orang bijaksana. Nggak untuk orang lain, minimal untuk diri sendiri lah… Biar bisa bahagia, tanpa harus berpura-pura :”

Target untuk tahun depan……. ah, ga usah bicara target. Itu rahasia :p

So,

Sampai jumpa di 2017!

-ast-
Pku, 311216

Iklan

❣ Chit-Chat ❣

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s