Cicing #3: Mereka Pulang. Lalu Pergi Lagi

Udah ada yang bisa menebaknya?

Mereka yang dimaksud adalah Kukun dan Kecut. Bulek dan Sico. Empat anak-anaknya Emak yang palala.

Beberapa hari lalu, Emak cerita. Emak sedih karena dari empat anak-anaknya yang suka keluyuran itu, hanya satu yang mau dipeluk sama Emak yang kangen mereka. Tiga lainnya kabur menjauh, lalu menatap Emak dari jauh.

“Emak sampai mikir, mereka ngomong gini, ‘apaan sih lu? ga usah pegang-pegang deh kalau nanti-nantinya dimarahin lagi!’ gitu, Cing…” kata Emak sambil mewek tanpa air mata. Emak emang suka marah. Apalagi kalau capek, masa bodo banget itu kucing pinter apa ga, pokoknya kena marah juga. Marahnya Emak ngeri lah… sampe ngejar-ngejar pake sapu. Tapi ga dipukul kok. Sapunya dilempr entah kemana sampai bunyi dentang yang kuaaat banget, sampe Emak sendiri kaget. Dan meski emak suka marah-marah ga jelas, aslinya dia sayang kami kok. Emak masih punya keinginan buka shelter kucing dan merawat kucing sesuai prosedur yang baik dan benar. Cuma belum kesampaian aja. Emak rada bego sih, jadi ga berhasil buat ngajarin satu kucing pun di rumah. Apalagi ngurus kucing seabrek 😂😰

Emak tahu banget, Cicing juga udah hapal. Mereka balik hanya karena satu alasan. Lapar. Tapi mereka datang bukan di jam makan. Emak ya asyik lah sama kebunnya kalau pagi mah. Cuma liat dan teriak, “eeeh.. pada pulang!” terus balik lagi ngurusin anak-anak asuhnya yang tak bisa “move on” itu.

“Kesalnya, pas mau dikasih makan mereka udah ngilang!”

“Ya iyalah, Mak. Jam makan mereka pergi ke rumah makan. Lebih banyak makanannya di sana.”

“Cicing curhat?”

Malah Cicing yang kena ambeg.


Pulang dan pergi. Kata Emak, biarkan itu berlaku pada kucing-kucing yang empat itu. Emak ga terima kalau yang pergi itu Billy, Utih, Ciput, Sitam, Boncel dan Cebol. Meski Emak mau ga mau harus terima juga kenyataan bahwa mereka udah makin besar. Naluri anak rantaunya udah pasti sangat besar. Ya suatu saat, mereka juga akan pergi. Mencari bini atau laki. Mencari pengalaman hidup. Mencari daerah kekuasaan lain. Atau mencari…… emak baru.

“Nggaak boleeeeeeeeeeeeh!!” 😭😭😭😭😭

“Makanya, Mak! Kucingnya jangan dimarah-marahin!”

Dan seketika Emak makin mewek. Cicing panggil pawang-nya dulu yaaa.. Huft!***

Iklan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s